”Kalau sudah mati, siapa yang membunuh?”
”Aku tunggu berita di koranmu aja,” kata Pak Roni.
Pak Roni berhati-hati bicara. Pasti dia tahu sesuatu.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (2)
Seseorang dengan tanda nama panitia mendekati kami. Lalu dengan ramah memanggil nama saya. ”Pak Abdur, bisa ikut saya. Dipanggil ke ruangan VIP oleh Pak Risman. Pak Eel dan Pak Indrayana ada di sana, Pak.” Aku tinggalkan Pak Roni yang juga harus segera beranjak dari situ, dia kali ini menjadi sopir Pak Menteri.
Di ruangan VIP itu hanya ada Bang Ameng dan Bang Eel. Bang Ameng kasih satu goody bag dan map berisi data rilis berita. Kami berbincang sebentar, basa-basi penghangat, sekadar pelepas kekakuan. Dia minta tunggu sebentar karena Mr. Stephen Gwan, bos Maestrochip yang baru diresmikan itu hendak berkenalan dengan saya. Saya tak tahu apa perlunya. Toh dia sudah bertemu dengan Pak IDR dan Bang Eel.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi