Selasa, 23 Juni 2026, pukul : 04:23 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (9)

”Kenapa, ya, Pak?”

”Saya ndak tahu juga. Mula-mulanya kan mungkin karena saya polisi ya, waktu itu. Setelah saya tak jadi polisi, protokoler tetap meminta saya. Katanya presiden sendiri yang minta. Nyupir kan bukan sekadar nyupir ya, kadang-kadang beliau-beliau itu nanya macem-macem juga. Nah, itu saya lepas aja saya jawab apa adanya. Ganti presiden, cerita tentang saya mungkin nyambung, karena kan protokoler orangnya itu-itu juga orang yang sama,” kata Pak Roni.

Cerita-cerita dari pertemuan dengan Pak Roni itu berkilasan kembali ketika hari itu kami bertemu di peresmian pabrik perakitan elektronik raksasa Maestrochip Corps di Kawasan Industri Watukuning. Ramai sekali. Ada tari persembahan yang megah dari kelompok seni dari Kota Tanjungpunai, kota seprovinsi di pulau seberang itu. Makanan berlimpah.

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (4)

“Bagus sekali batikmu, Dur,” katanya menggodaku. Itu bukan pujian, saya tahu. Pak Roni pasti tak pernah melihat saya pakai batik. Kami berada jauh di deretan kursi belakang. Di barisan kursi VIP, saya lihat Pak IDR dan Bang Ameng berbincang akrab dan sesekali pecah tawa mereka. Di sana saya lihat juga ada pengacara Restu Suryono, dan Bang Eel. Bos-bos besar Maestrochip menyalami tamu-tamu terhormat, ada Menteri Perindustrian dan Investasi, gubernur, sampai wali kota.

”Kamu harusnya di kursi VIP itu, dong,” kata Pak Roni, terus bercanda.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.