Menu

Mode Gelap

kempalanews · 10 Apr 2022 08:12 WIB ·

Pengamat Soroti Tayangan Ceramah Anies di Masjid UGM Lebih Banyak Ditonton


					Direktur Politik Pusat Studi Literasi Komunikasi Politik (Pustera Kompol) Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting, menyebut tidak terkejut ceramah Anies jauh lebih banyak yang melihat di channel youtube ketimbang ceramah Ganjar maupun Ridwan Kamil. Perbesar

Direktur Politik Pusat Studi Literasi Komunikasi Politik (Pustera Kompol) Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting, menyebut tidak terkejut ceramah Anies jauh lebih banyak yang melihat di channel youtube ketimbang ceramah Ganjar maupun Ridwan Kamil.

JAKARTA-KEMPALAN: Direktur Politik Pusat Studi Literasi Komunikasi Politik (Pustera Kompol) Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting, menyebut tidak terkejut ceramah Anies jauh lebih banyak yang melihat di channel youtube ketimbang ceramah Ganjar maupun Ridwan Kamil.

Dalam catatan terbaru dari tayangan di kanal @Masjid Kampus UGM, ada sekitar 85 ribu orang yang melihat Anies. Jauh melampaui Ganjar yang ditonton sekitar 14 ribu dan Ridwan Kamil sekitar 13 ribu orang.

Menurut Selamat Ginting, simbol Islam nasionalis atau nasionalis religius lebih melekat dalam diri Anies Baswedan daripada Ganjar Pranowo yang lebih dikenal sebagai simbol nasionalis. Begitu juga dengan Ridwan Kamil lebih dikenal sebagai simbol nasionalis.

“Target politik ketiganya, tentu saja diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk pemberian suara (vote) jika kelak mereka maju dalam kompetisi pemilihan presiden (pilpres),” kata Selamat Ginting, kandidat Doktor Ilmu Politik yang dihubungi KBA News, Sabtu, 9 April 2022.

Sehingga efek komunikasi politiknya dalam acara ceramah tarawih di UGM adalah terciptanya pemahaman publik yang akan bermuara pada pemberian suara (vote), kelak dalam pilpres maupun pemilu.

“Jadi, ketiga gubernur itu sedang melakukan kegiatan komunikasi yang bersifat politik, memiliki akibat politik, dan berpengaruh terhadap perilaku politik pemilih atau khalayak pemilih,” ujar Selamat Ginting, mantan wartawan bidang politik.

Upaya memengaruhi khalayak pemilih tersebut, menurut Selamat Ginting, antara lain dilakukan melalui media massa, seperti dengan agenda setting politik, analisis retorika politik, serta wacana politik.

Sehingga ceramah mereka secara verbal maupun non-verbal, tersembunyi atau terang-terangan, disadari maupun tidak disadari, isinya mengandung bobot politik.

Mereka sebagai komunikator politik, lanjut Selamat Ginting, tentu saja menginginkan masyarakat seperti terbius obat dari jarum suntik, sehingga terbius untuk menentukan pilihannya kepada mereka.

“Dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah teori jarum suntik maupun teori peluru,” imbuhnya.

Pengamat komunikasi politik dan militer itu mengungkapkan, tiga gubernur yang akan mengakhiri tugasnya pada 2022 dan 2023 ini, dalam kajian komunikasi politik sedang berupaya memengaruhi khalayak pemilih.

“Mereka sedang berlomba mencuri perhatian publik melalui media sosial (medsos) dan media massa,” imbuhnya.

Tidak bisa diabaikan, termasuk dalam kegiatan ceramah tarawih ketiganya di Masjid Kampus UGM Yogyakarta, dalam beberapa hari terakhir ini.

“Jangan lupa, mereka termasuk yang memiliki peluang untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang,” sebutnya.

Dikatakan Selamat Ginting, dalam acara di UGM, Anies dan Ganjar lebih diuntungkan daripada Ridwan Kamil, karena UGM adalah almamater Anies dan Ganjar.

Anies lulusan sarjana ekonomi dari UGM. Sedangkan Ganjar lulusan sarjana hukum UGM. Sementara Ridwan lulusan sarjana teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti diketahui, Anies Baswedan adalah Gubernur DKI Jakarta. Sementara Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah. Sedangkan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat.

Ketiga gubernur tersebut lebih menonjol daripada gubernur lainnya. Dibandingkan misalnya dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa maupun Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi.

Setidaknya dari ulasan-ulasan di media sosial, media massa maupun hasil sejumlah survei, ketiga gubernur tersebut senantiasa dikaitkan dengan kompetisi pilpres.

“Jangan heran kalau dalam beberapa acara, publik meneriakkan jargon-jargon presiden untuk ketiganya. Anies presiden, Ganjar presiden, Ridwan presiden. Inilah perang komunikasi politik di ruang publik,” ungkap Selamat Ginting.

Selain itu, lanjut Selamat Ginting, Ganjar adalah ketua umum keluarga alumni UGM (Kagama) periode 2014-2019 (dan terpilih kembali untuk periode 2019-2024, red.). Selama kuliah di UGM, Ganjar adalah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan dikenal sebagai demonstran.

Sementara Anies juga dikenal sebagai aktivis mahasiswa UGM. Ia pernah menjadi ketua umum Senat Mahasiswa UGM, serta aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Anies pun pernah menjadi peneliti di almamaternya.

“Fakta-fakta itu membuat Anies dan Ganjar lebih diuntungkan jika mengadakan acara di UGM,” imbuhnya.

Selamat Ginting menambahkan, Ridwan Kamil juga mengakui sebagai anak biologis HMI, karena dahulunya kedua orangtuanya adalah aktivis HMI di Jawa Barat. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita Atas Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalan Tol Mojokerto-Surabaya KM 712

17 Mei 2022 - 06:15 WIB

Jenguk Korban Korban Laka Lantas Tol Sumo di Sejumlah RS, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penanganan Terbaik

16 Mei 2022 - 19:47 WIB

Pemkot Surabaya Kirim Ambulans untuk Pemulangan Jenazah Korban Laka Lantas Tol Sumo

16 Mei 2022 - 19:42 WIB

Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Periode 2022-2027

16 Mei 2022 - 19:27 WIB

Gus Muhdlor: BUMDes Bisa Bangkitkan Perekonomian Desa

16 Mei 2022 - 19:20 WIB

Gus Muhdlor Beri Motivasi Santri Darul Ulum Jombang Asal Sidoarjo di Pendopo

16 Mei 2022 - 18:11 WIB

Trending di kempalanews