Menu

Mode Gelap

kempalansport · 15 Okt 2021 11:15 WIB ·

Wejangan Greysia Polii Bagi Juniornya Setelah Tim Uber Gagal ke Semifinal


					Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto usai Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 21-19, 15-21, 21-15 dalam perempat final di Ceres Arena, Aarhus (15/10). Mereka jadi pasangan potensial. (Foto: Badminton Photo) Perbesar

Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto usai Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 21-19, 15-21, 21-15 dalam perempat final di Ceres Arena, Aarhus (15/10). Mereka jadi pasangan potensial. (Foto: Badminton Photo)

AARHUS-KEMPALAN: “Puasa” empat besar Piala Uber semakin diperpanjang tim Indonesia. Dalam perempat final di Court 2 Ceres Arena, Aarhus, Jumat pagi (15/10), tim Uber Indonesia menyerah 2-3 atas Thailand.

Dengan kegagalan kali ini, praktis Indonesia sudah sembilan tahun gagal melangkah ke semifinal Piala Uber. Kali terakhir Merah Putih berkibar di antara empat besar Piala Uber pada edisi 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketika itu, tuan rumah Malaysia yang menghentikan laju Indonesia di perempat final.

Uniknya, di balik kegagalan pada edisi 2018, ada nama Thailand yang jadi penyebabnya. Negara berjuluk Negeri Gajah Putih itu yang menyingkirkan Indonesia. Skornya pun juga sama seperti di Ceres Arena, 2-3.

Greysia Polii jadi satu-satunya srikandi Indonesia yang merasakan kegagalan pada 2012 silam, dan sekarang masih bertahan dalam skuad Indonesia. Kali ini, Greys (sapaan akrab Greysia) jadi yang paling senior.

Makanya, sebagai kapten tim Uber, dia pun bisa memberikan wejangan kepada rekan-rekannya yang lebih muda. ’’Tidak apa-apa gagal kali ini. Terus semangat untuk tahun-tahun mendatang,’’ kata Greys.

Greys termasuk yang mampu menyumbangkan di balik kekalahan atas Thailand. Berpasangan dengan Apriyani Rahayu, dia mengalahkan ganda Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-17, 17-21, 21-19.

Selain Greys/Apri, satu poin yang digondol tim Uber Indonesia lainnya juga didapat dari sektor ganda. Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto menuntaskan perlawanan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 21-19, 15-21, 21-15.

Potret seluruh skuad tim Uber Indonesia yang diturunkan dalam ajang Thomas-Uber Cup 2020 di Ceres Arena, Aarhus. (Foto: PBSI)

Kecuali Gregoria Mariska Tunjung, yang kehilangan poin lawan Thailand rata-rata masih berusia di bawah 20 tahun. Secara jam terbang internasional juga masih hijau. Termasuk tunggal penentu Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Ester baru berusia 16 tahun. Kekalahan atas Phittayaporn Chaiwan sudah jadi pengalamannya. Apalagi dia sempat memaksa Chaiwan menuntaskan gim pertama di angka 25. ’’Kecewa karena kalah dan tidak bisa menang pada laga penentuan. Saya mohon maaf atas kekalahan saya,’’ ucap Ester dalam keterangan resmi PP PBSI.

Untung, support dari rekan-rekannya sesama pebulutangkis Uber. ’’Saya lega dan rasanya bisa lebih tenang karena dukungan dari teman-teman,’’ sebut Ester. (Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Piala Liga Inggris: Prediksi Preston vs Liverpool

27 Oktober 2021 - 11:06 WIB

Aji Santoso Beber Kunci Sukses Mengalahkan Persija, Ini Resepnya

27 Oktober 2021 - 07:26 WIB

Selesaikan Polemik, Ketua DPD RI Dampingi Pengurus PSHT Temui Ketua Umum KONI

27 Oktober 2021 - 06:02 WIB

Persebaya Menangi Duel Sarat Gengsi, Persija 0-1 Persebaya

27 Oktober 2021 - 05:57 WIB

Enggan Tinggalkan Trek Balapan, Ini Ambisi Rossi Setelah Pensiun dari MotoGP

27 Oktober 2021 - 05:25 WIB

Arsenal vs Leeds United: The Gunners Menang 2-0

27 Oktober 2021 - 05:21 WIB

Trending di kempalansport