Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 08:02 WIB
Surabaya
--°C

Kembali ke US Open, Ini Modal Raducanu Si Juara Bertahan

NEW YORK-KEMPALAN: Setelah 12 bulan menyandang status sebagai kejutan juara US Open tahun lalu, petenis putri Inggris Emma Raducanu akan kembali ke USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing Meadows-Corona Park, Queens, New York.

Bedanya, dia bukan lagi datang sebagai petenis underdog. Melainkan sebagai petenis juara bertahan US Open. Rabu pagi (31/8), Raducanu pun akan menegaskan kembali labelnya sebagai juara bertahan pada kalender terakhir Grand Slam itu.

BACA JUGA: Emma Raducanu Belajar Jadi Cinderella pada 2022

Ambisi Raducanu akan diuji petenis Prancis Alize Cornet pada Putaran Pertama US Open. Berbicara kepada Sky Sports, Raducanu pun berharap bisa kembali seperti sebelum dia jadi juara di US Open tahun lalu. Saat dia masih jadi kuda hitam.

’’Saya pikir, saya akan melihat ke belakang. Sudah berbulan-bulan dalam setahun sejak saya belum benar-benar dapat mengayunkan raket dengan bebas,’’ kata petenis yang berusia 19 tahun itu.

’’Saat itu, rasanya sangat mudah ketika Anda sama sekali tidak tahu apa yang menimpa pada diri Anda. Untuk bisa mengatakan sesuatu seperti itu (sukses di US Open), saya masih menggunakan energi dari dua pekan itu (saat US Open 2021). Jelas banyak hal yang sudah terjadi sejak saat itu,’’ sambungnya.

BACA JUGA: Sama-Sama Tersingkir dari Wimbledon, Ini Kata Andy Murray dan Emma Raducanu

Dia pun menjadikan pengalamannya dalam turnamen tenis Cincinnati Masters lalu sebagai bekal berharganya sebelum menguji peruntungannya kembali dalam ajang US Open. Saat itu, Raducanu dapat melaju sampai Babak 16 Besar.

Dia pun menghadapi beberapa petenis top dunia. Seperti mengalahkan mantan ratu tenis dunia Serena Williams dalam Babak 64 Besar. Lalu, dalam Babak 32 Besar giliran Victoria Azarenka mantan ratu tenis dunia lainnya yang takluk di tangannya.

Langkahnya baru berakhir setelah dipecundangi petenis AS Jessica Pegula. ’’Saya pun telah merasa level permainanku sudah kembali setelah menunjukkan beberapa sinyal positif,’’ tuturnya. Yang paling dia ingat adalah ketika dia mengalahkan dua ratu tenis dunia, Serena dan Azarenka.

’’Bermain melawan Vika (sapaan karib Azarenka) dan Serena sekalipun tidak 100 persen tentang tenis, tapi yang paling masif adalah soal mental, tetap fokus, tidak terintimadasi dengan siapa yang akan saya hadapi. Saya hanya ingin membawa pengalaman itu dan menjaganya di sini (US Open),’’ sambung Raducanu yang terancam tergeser statusnya sebagai petenis putri nomor satu dunia dari Harriet Dart. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.