Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 08:47 WIB
Surabaya
--°C

Sama-Sama Tersingkir dari Wimbledon, Ini Kata Andy Murray dan Emma Raducanu

LONDON-KEMPALAN: Walaupun peringkatnya masih jauh dari papan atas dunia, baik Andy Murray atau Emma Raducanu masih jadi petenis ikon Inggris. Begitu pula dalam ajang turnamen tenis tertua Wimbledon.

Tetapi keduanya sama-sama harus angkat kaki dari turnamen yang sudah memasuki edisi ke-135 itu. Bahkan, Murray ataupun Raducanu sama-sama harus tersingkir dari Putaran Kedua turnamen yang berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Kamis dini hari WIB (30/6).

BACA JUGA: Murray – Raducanu, dan Simbol Runtuhnya Inggris di Australian Open

Murray dipecundangi petenis AS John Isner 4-6, 6-7 (4-7), 7-6 (7-3), 4-6. Sementara, Raducanu harus melupakan ambisinya untuk melangkah lebih jauh di depan publiknya sendiri saat takluk 3-6, 3-6 atas petenis Prancis Caroline Garcia.

Ironisnya, bagi Murray, kegagalan melangkah lolos ke Putaran Ketiga Wimbledon jadi capaian terburuk kelahiran Glasgow, Skotlandia, 35 tahun yang lalu itu. Tahun lalu, Murray masih dapat melaju sampai Putaran Ketiga.

Diakui Murray, kondisi fisiknya sudah tidak seperti dulu lagi. ’’Secara fisik aku merasa baik, dan maka dari itu aku mencoba terus bermain. Tapi tidak mudah menjaga kondisi tubuhku agar tetap optimal dalam bertanding di level tinggi,’’ tutur Murray.

BACA JUGA: Nadal Tunjukkan Murray Jalan Menuju Final Lagi

Petenis yang pernah menyandang predikat sebagai petenis nomor satu dunia pada 2016 tersebut mengakui kekuatan tubuhnya semakin melemah beberapa tahun terakhir. ’’Sehingga sulit bagiku memprediksi bagaimana performaku dalam beberapa pekan, apalagi dalam setahun,’’ imbuhnya.

Seperti diketahui, cedera yang membuat performa Murray semakin meredup setahun terakhir. Itu berbanding terbalik dengan yang dialami sensasi turnamen US Open tahun lalu, Raducanu. Nada sumbang menyertai kekalahan Raducanu.

Termasuk rumor tentang besarnya tekanan yang dia jalani di Wimbledon sebagai atlet pendatang baru pemenang US Open. ’’Aku perhatian dengan masalah itu (rumor soal tekanan besar). Tetapi aku sudah jadi juara Grand Slam, jadi tidak ada yang mengambilnya dariku. Tekanan itu hanya di pundak orang yang belum melakukannya (memenangi Grand Slam),’’ beber Raducanu.

’’Tekanan? Tidak ada tekanan. Kenapa aku harus tertekan? Aku masih berusia 19 tahun. Seperti lelucon sudah memenangkan Grand Slam,’’ sambung Raducanu. (Tennis World, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.