SURABAYA-KEMPALAN: Di balik kilau medali emas para atlet nasional dan performa prima pemain di lapangan, terdapat sentuhan ilmiah yang bekerja dalam senyap. Selama lebih dari tiga dekade, Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd., telah mendedikasikan hidupnya untuk meneliti, mengembangkan, dan mempraktikkan ilmu masase olahraga. Berawal dari seorang ko-asisten di IKIP Surabaya pada tahun 1990, kini ia berhasil membawa ilmu terapis masase dari sekadar hobi urut tradisional menjadi sebuah disiplin ilmu akademik linier bergelar Sarjana di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Manifesto Ilmiah: Anatomi, Fisiologi Klinis, dan Pemulihan Cedera Molekuler
Masase olahraga modern bukan sekadar manipulasi jaringan lunak tanpa arah. Di bawah pendekatan ilmiah yang dikembangkan Dr. Joesoef, setiap tekanan, gesekan (effleurage), dan remasan (pétrissage) didasarkan pada hitungan klinis yang ketat.
Secara fisiologis klinis, masase relaksasi bagi masyarakat umum berfungsi untuk:
- Menurunkan Hormon Kortisol: Mengurangi stres psikologis dan fisik secara signifikan.
- Memacu Vasodilatasi Pembuluh Darah: Melancarkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh.
- Aktivasi Sistem Saraf Parasimpatis: Membantu tubuh masuk ke dalam fase pemulihan (rest and digest).
Bagi atlet, intervensi masase dibagi menjadi dua fase krusial:
1. Fase Pemulihan (Pasca-Cedera)
Pada tingkat molekuler, cedera olahraga menyebabkan robekan mikro pada serat otot (microtears) dan akumulasi zat sisa metabolisme. Masase olahraga yang presisi mampu menstimulasi mekanoreseptor seluler. Proses ini mengaktifkan jalur pensinyalan fokal yang mempercepat sintesis protein dan biogenesis mitokondria. Efeknya, peradangan pasca-latihan akut diredam melalui penurunan sitokin pro-inflamasi (seperti TNF-alpha dan Interleukin-6), serta mempercepat regenerasi matriks ekstraseluler otot.
2. Fase Aktif Bertanding (Pre-Event & Inter-Event)
Saat atlet masih aktif di lapangan, terapi manual taktil berdurasi pendek diaplikasikan untuk meningkatkan ambang nyeri (pain threshold) melalui gate control theory. Manipulasi ini memobilisasi cairan fasia, meningkatkan fleksibilitas sendi (Range of Motion), dan mengoptimalkan kesiapan neuromuskular tanpa menghilangkan tonus otot yang diperlukan untuk daya ledak (power).
Dari Penanganan Darurat hingga Pemulihan Klinis

Kurikulum Masase di FIKK Unesa membekali mahasiswa dengan protokol penanganan cedera yang komprehensif, memisahkan metode penanganan langsung (akut) dan pemulihan (kronis).
[CEDERA AKUT DI LAPANGAN]
│
▼
Protokol PRICE / POLICE
(Rest, Ice, Compression, Elevation)
│
▼
[FASE AKUT SELESAI (48-72 JAM)]
│
▼
Intervensi Masase Klinis Terarah
(Mobilisasi Jaringan Lunak / Cross-Friction)
│
▼
[REGENERASI MOLEKULER]
(Sintesis Kolagen & Penyelarasan Serat Otot)
- Penanganan Langsung (Fase Akut): Mahasiswa dilatih menggunakan protokol PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation) atau POLICE. Pada fase ini, masase langsung pada area trauma sangat dilarang demi mencegah pendarahan internal (hematoma) yang lebih parah.
- Penanganan Pemulihan (Fase Sub-Akut/Kronis): Setelah lewat 48–72 jam, teknik masase klinis seperti cross-friction mulai diterapkan secara hati-hati untuk memecah jaringan parut (scar tissue), menyelaraskan kembali serat kolagen yang acak, dan mengembalikan elastisitas fungsional otot.
Suara Sang Maestro: Dedikasi Tanpa Batas
Dr. Joesoef Roepajadi menekankan bahwa sains harus berdampak nyata pada kesejahteraan manusia.
“Menjadi baik itu mudah, dengan hanya diam maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit adalah menjadi bermanfaat karena itu butuh perjuangan,” ujar Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd., menyitir petuah luhur KH. Sahal Mahfud.
“Impian saya sejak 20 tahun lalu adalah melahirkan praktisi-praktisi bergelar sarjana di bidang terapi masase olahraga. Lewat prodi baru ini dan klinik JM Sports Massage Therapy, keilmuan ini terbukti tidak menciptakan pengangguran baru, melainkan mencetak tenaga ahli yang mandiri, saintifik, dan tersebar di seluruh Indonesia.”
Jaringan Alumni Unesa di Panggung Olahraga Elit
Buah konsistensi selama puluhan tahun kini nyata terlihat. Kiprah alumni FIKK Unesa yang dididik melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Masase (berdiri 1999) dan organisasi profesi IMATORA INDONESIA (berdiri 2016) kini menguasai ekosistem olahraga nasional.
Alumni Unesa kini menjadi pilar medis di berbagai sektor:

- Tim Nasional: Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia.
- Klub Profesional Proliga: Jakarta LaVani dan Surabaya Samator.
- Multi-Event Nasional: Tim Terapi Terpadu di Pekan Olahraga Nasional (PON) dari berbagai provinsi.
Kehadiran mereka memastikan para atlet elit mendapatkan penanganan berbasis data klinis, bukan sekadar insting urut tradisional.
Rekam Jejak Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd.
Profil Pribadi
| Atribut | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd. |
| NIP | 196705171993031001 |
| Tempat, Tanggal Lahir | Surabaya, 17 Mei 1967 |
| Pangkat / Golongan | Pembina Utama Muda / IVC |
| Jabatan Akademik | Koordinator Program Studi S1 Terapi Dan Masase Olahraga FIKK Unesa |
| Alamat Tinggal | Jl. Raya Aquamarin H 22-23 Perum Kota Baru, Driyorejo, Gresik |
| Alamat Kantor | Kampus FIKK Unesa, Lidah Wetan, Surabaya |
| Kontak / Email | 081553162853 / joesoefroepajadi@unesa.ac.id |
Riwayat Pendidikan
| Jenjang | Institusi | Tahun Lulus |
|---|---|---|
| SD | SD Negeri Ujung IX Surabaya | 1980 |
| SMP | SMP Negeri 7 Surabaya | 1983 |
| SMA | SMA Hang Tuah Surabaya | 1986 |
| S1 | FPOK IKIP Surabaya | 1992 |
| S2 | Pendidikan Olahraga Unesa | 2004 |
| S3 | Ilmu Keolahragaan Unesa | 2020 |
Pengabdian Masyarakat & Rekam Jejak Klinis
| Tahun | Posisi / Capaian | Event / Institusi |
|---|---|---|
| 1993–2026 | Dosen Terapi dan Masase Olahraga | Prodi IKOR dan Terapi Masase Olahraga Unesa |
| 1996–Sekarang | Founder & Praktisi | Klinik JM Sports Massage Therapy |
| 1996–2000 | Masseur Resmi | Tim Bola Basket Satria Muda Jakarta (KOBATAMA) |
| 1997 | Masseur Tim Nasional | Tim Softball Indonesia (SEA Games XIX Jakarta) |
| 2000 | Koordinator Tim Masase | Kontingen Jawa Timur (PON XV Jatim) |
| 2001 | Masseur Tim Nasional | Tim Basket Indonesia (SEABA Johor Bahru, Malaysia) |
| 2010–2017 | Staf Ahli & Narasumber | Kemenpora RI (Sertifikasi Masseur Nasional) |
| 2013 | Pemecah Rekor MURI | Masase Olahraga Peserta Terbanyak (1.656 Peserta) di Unesa |
| 2016–2024 | Koordinator Tim Terapi | KONI Jatim (PON Jabar, PON Papua, PON Aceh-Sumut) |
Pengalaman Organisasi
- 1999–2026: Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Masase Unesa.
- 2016–2024: Ketua Umum IMATORA (Ikatan Masase Terapi Olahraga) INDONESIA.
- 2000–Sekarang: Koordinator Sport Massage Therapy KONI Jawa Timur.
- 2020–Sekarang: Koordinator Sport Massage Therapy Kabupaten Sidoarjo.
Langkah perlahan Dr. Joesoef menuju masa purna tugas bukanlah sebuah akhir, melainkan estafet emas. Cetak biru kurikulum sarjana masase olahraga yang ia bangun di FIKK Unesa kini berdiri kokoh sebagai mercusuar sport science yang siap melayani masyarakat dan mengawal prestasi olahraga Indonesia di kancah dunia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi