Kamis, 30 April 2026, pukul : 18:49 WIB
Surabaya
--°C

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (20)

KEMPALAN : Lantas apa saja aliran Sufi di dunia dan di Indonesia?

KH. Syaiful Ulum Nawawi pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ibadah Al Baiad, Pandugo, Surabaya, menginformasikan sebagaimana di bawah ini. Beliau mendapatkannya dari Ensiklopedia Islam, serta dari buku ‘Sejarah Tasawuf di Indonesia’ karya Dr. Said Aqil Siradj.

ALIRAN SUFI DI DUNIA

  1. Qadiriyyah
  • Didirikan oleh: Abdul Qadir Jailani (1078-1166)
  • Asal: Irak
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesabaran, ketabahan, dan kepercayaan kepada Allah.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Naqsyabandiyyah
  • Didirikan oleh: Baha’uddin Naqshband (1318-1389)
  • Asal: Uzbekistan
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Chishtiyyah
  • Didirikan oleh: Abu Ishaq Shami (940-1033)
  • Asal: Afganistan
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesabaran, ketabahan, dan kepercayaan kepada Allah.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Suhrawardiyyah
  • Didirikan oleh: Abu al-Najib Suhrawardi (1097-1168)
  • Asal: India
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Shattariyyah
  • Didirikan oleh: Abdullah Shattar (1485-1569)
  • Asal: India
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesabaran, ketabahan, dan kepercayaan kepada Allah.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Darqawiyyah
  • Didirikan oleh: Muhammad al-Arabi al-Darqawi (1737-1823)
  • Asal: Maroko
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Alawiyyah
  • Didirikan oleh: Ahmad al-Alawi (1869-1934)
  • Asal: Aljazair
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Maryamiyyah
  • Didirikan oleh: Rene Guenon (1886-1951)
  • Asal: Perancis
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Bektashiyyah
  • Didirikan oleh: Haji Bektash Veli (1209-1271)
  • Asal: Turki
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah
  • Didirikan oleh: Syekh Abdul Qadir Jaelani dan Syekh Baha’uddin Naqshband
  • Asal: Irak dan Uzbekistan
  • Ajaran: Menekankan pentingnya kesadaran diri, kepercayaan kepada Allah, dan pentingnya silsilah spiritual.
  • Praktik: Menggunakan dzikir, doa, dan meditasi untuk mencapai kesadaran spiritual.
  1. Tijaniyyah
  • Didirikan oleh: Syekh Ahmad al-Tijani (1735-1815)
  • Asal: Maroko.
    Aliran ini kuat pengaruhnya di Afrika Utara, Asia Barat, dan di Eropa.

ALIRAN SUFI DI INDONESIA :

Aliran Sufi Tradisional

  1. Qodiriyah: Didirikan oleh Syekh Abdul Qodir Jaelani Al-Fathani (1552-1652) dari Aceh. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, puasa, dan kesabaran. 2.Naqsyabandiyah: Didirikan oleh Syekh Muhammad al-Baqir (1615-1688) dari Sumatera Barat. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, kesabaran, dan kejujuran.
  2. Syaziliyah: Didirikan oleh Syekh Abu’l-Hassan Syazili (1196-1258) dari Mesir. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, kesabaran, dan kebersahajaan.
  3. Chishtiyyah: Didirikan oleh Syekh Abu Ishaq Chishti (940-966) dari India. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, kesabaran, dan kepedulian sosial.

Aliran Sufi lainnya:

  1. Tarekat Rifaiyah: Didirikan oleh Syekh Ahmad Rifai (1118-1182) dari Irak. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, kesabaran, dan kebersahajaan.
  2. Tarekat Shattariyah: Didirikan oleh Syekh Abdullah Shattar (1490-1569) dari India. Aliran ini menekankan pentingnya dzikir, kesabaran, dan kejujuran.
  3. Tarekat Jalaliyah: Didirikan oleh Syekh Jalaluddin as-Suyuthi (1445-1505) dari Mesir. Aliran ini menekankan pentingnya spiritualitas, keadilan sosial, dan kesetaraan.

Beberapa aliran Sufi memiliki cabang dan sub-aliran berbeda-beda. (Amang Mawardi).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.