Meski masing-masing orang punya cara berbeda ketika menapaki lika-liku dalam kehidupannya, tetapi bisa dikelompokkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu: Jiwa Pemenang, Jiwa Pebimbang, Jiwa Pecundang.
Oleh: Hamka Suyana
KEMPALAN: Garis nasib kehidupan seseorang ditentukan oleh pilihan yang bersangkutan kemudian ditetapkan Allah menjadi Takdir Mualaq atau Takdir Pilihan.
Kalau ingin Takdir Mualaq masa depannya bernasib baik, maka pilihlah jalan yang menuju pada kesuksesan. Salah memilih jalan, akan beresiko tersesat ke jurang kegagalan.
Wajib dipahami dan dijalani. Bahwa perjalanan kehidupan selalu berhadapan dengan persimpangan jalan. Uniknya, jalan kehidupan itu selalu baru, karena belum pernah dilalui dan tidak diketahui rahasianya.
Bisa jadi jalan pilihan yang dianggap mulus, justru menuju ke jurang penderitaan. Sementara itu, jalan yang dianggap berliku dan berbatu, ternyata malah menuju istana bahagia.
Itulah pentingnya selalu berdoa kepada Allah SWT seperti yang termaktub pada Al Fatihah, ayat 5, “Tunjukkanlah jalan yang lurus.”
Bahwa perjalanan dan pencarian kehidupan bisa dianalogikan berada pada petak kuadran kehidupan.
Meski masing-masing orang punya cara berbeda ketika menapaki lika-liku dalam kehidupannya, tetapi bisa dikelompokkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu: Jiwa Pemenang, Jiwa Pebimbang, Jiwa Pecundang.
A. Jiwa Pemenang
Ciri-ciri jiwa pemenang yaitu selalu bersikap sabar, syukur, ikhlas (tenang, senang, lapang) dalam menjalani kehidupan. Situasi seburuk apapun yang dialami, tidak menjadikan putus asa. Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dan alam.
Beratnya ujian dan pengorbanan akan dijadikan sebagai cambuk untuk melecut semangat untuk mewujudkan mimpi.
Dalam kuadran digambarkan dengan garis yang lika-liku, naik-turun, tapi bergerak dinamis menuju garis finish. Sehingga, wajar saja jika tipe jiwa pemenang berhak untuk bahagia dan Sukses.
B. Jiwa Pebimbang
Mudah untuk mengenali ciri-ciri tipe pebimbang, yakni dalam memutuskan sesuatu seringkali memerlukan waktu cukup lama, karena lebih dulu harus membaca, memperhatikan, menimbang, memutuskan, menetapkan, barulah melaksanakan.
He he he … prosesnya persis seperti konsideran sebuah Surat Keputusan.
Pribadi jiwa pebimbang maunya selalu berada di zona nyaman. Kalau sudah merasa berada di zona nyaman, ia akan selalu tenang-tenang saja tanpa ada usaha untuk peningkatan kualitas dirinya. Makanya, dalam kuadran dianalogikan garis mendatar yang stabil.
Hadiah untuk tipe ini seringkali cukup mendapat predikat Hampir Sukses.
C. Jiwa Pecundang
Ciri-ciri yang menonjol pada tipe jiwa pecundang itu adalah selalu berprasangka buruk. Jika ada permasalahan akan sibuk mencari kambing hitam, tapi sulit untuk koreksi diri.
Parahnya, untuk mewujudkan keinginan, tak segan-segan mengambil jalan pintas kehidupan.
Garis diagonal pada kuadran kehidupan melambangkan jalan pintas yang sering dipilih oleh jiwa pecundang.
Akibatnya, usahanya sering berakhir dengan Kegagalan.
Salam Sasyuik. Semoga bahagia sukses selalu.
*) Hamka Suyana, Motivator Cahaya Sasyuik

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi