MELBOURNE-KEMPALAN: Andy Murray dan Emma Raducanu boleh dibilang raja dan ratu tenis dari Inggris. Raducanu sampai sekarang masih jadi petenis nomor satu Inggris. Sedangkan, di level pria, Murray kali terakhir berada di peringkat pertama pada 2018, sekarang turun ranking ketiga.
Kamis (20/1), baik Murray ataupun Raducanu sama-sama merasakan kepahitan dalam partisipasi di dalam ajang Australian Open 2022 ini. Keduanya tersingkir dari babak kedua turnamen dari petenis unseeded alias non-unggulan.
Di kategori pria, Murray menyerah di tangan petenis kualifikasi asal Jepang Taro Daniel dengan 4-6, 4-6, 4-6, di John Cain Arena, Melbourne. Daniel menuntaskan perlawanan Murray dalam 2 jam 48 menit.
Sementara itu, di kategori wanita, Raducanu harus mengakhiri mimpi-mimpinya comeback lagi ke level terbaiknya pada 2022 setelah disingkirkan petenis non-unggulan dari Montenegro Danka Kovincic dengan skor 4-6, 6-4, 3-6, di Margaret Court, Arena, Melbourne.
Sama seperti Raducanu, Murray juga berharap Australian Open sebagai tahapan pertama kembali ke performa terbaiknya pada 2022. ’’Aku sangat-sangat kecewa. Sangat frustrasi. Ya, kekalahan yang berat bagiku,’’ kata Murray yang masih menyisakan rasa kecewa setelah dikalahkan petenis peringkat ke-120 dunia itu.
Dikalahkan lawan yang peringkatnya jauh di bawah juga dirasakan Raducanu. Petenis berusia 19 tahun tersebut menyerah di tangan Kovincic yang notebene berperingkat 98 WTA. Cedera yang dia dapatkan pada set pertama membuat ambisi Raducanu ambyar.
Petenis juara US Open 2021 itu mengalami cedera di tangannya ketika unggul 3-0 di awal-awal set pertama. Cedera itu yang membuat performanya menurun dan keok 4-6 atas Kovincic saat set pertama.
Cedera tangan itu bukan cedera baru. Melainkan cedera yang dia alami sejak lima hari lalu. Dia sudah mencari solusi, tapi gagal. ’’Itu tantangan bagiku, tentu saja. Beberapa hari yang lalu, aku bahkan tak bisa melakukan pukulan apapun, forehand ataupun serve,’’ buka Raducanu.
Artinya, cedera itu pun telah dia rasakan saat melewati Babak Pertama lawan Sloane Stephens 6-0, 2-6, 6-1, 18 Januari lalu. ’’Di sini aku belajar bahwa aku punya beberapa keterampilan tangan meski beberapa orang berkata aku punya tangan seperti tukang batu. Jika aku bisa mengasainya, maka aku pikir aku bisa sangat berbahaya,’’ tambah Raducanu. (The Guardian, BBC Sport, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi