Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 01:43 WIB
Surabaya
--°C

Emma Raducanu Belajar Jadi Cinderella pada 2022

MELBOURNE-KEMPALAN: Petenis wanita nomor satu Inggris Emma Raducanu mengawali petualangannya di Grand Slam pada tahun 2022, Selasa (18/1). Dalam Babak Pertama Australian Open 2022 di Margaret Court Arena, Melbourne, Emma mengalahkan petenis dari AS, Sloane Stephens, 6-0, 2-6, 1-6.

Kemenangan pertama Emma dalam turnamen Grand Slam pada tahun 2022. Pertama pula ketika dia telah menyandang status gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris, MBE. Kemenangan itu yang mengembalikan ambisinya seperti tahun lalu.

Tahun lalu Emma bak cinderella setelah secara mengejutkan sukses memenangi turnamen Grand Slam US Open. Bak cinderella yang hanya merasakan pesta satu malam karena setelah menjuarai US Open, tak sekalipun dia memenangi turnamen Grand Slam setelahnya.

Bahkan sampai tahun 2021 berakhir, dia tetap kembali jadi petenis medioker seperti sebelum jadi cinderella di Flushing Meadows-Corona Park, New York (venue US Open). ’’Aku berpikir, 2022 adalah tentang pembelajaran Bagiku,’’ ungkap petenis yang berusia 19 tahun tersebut.

BACA JUGA  Berebut Kursi Rumah Para Juara: Keketatan SNBT Unesa Tembus 12,2 Persen, Rumpun Kesehatan Mendominasi

Menurutnya, semua yang terjadi pada 2021 lalu sudah dinaggap sebagai pengalaman untuknya di saat-saat berikut. ’’Aku pun sangat senang karena aku hari ini (kemarin) bisa menambahkannya (kemenangan) dalam buku perjalananku,’’ lanjut petenis blasteran Kanada-Inggris tersebut.

Tahun yang baru, gayanya pun juga baru. Begitu pula dengan gaya permainannya. Emma berujar bahwa dia akan berubah tidak seperti saat 2021. ’’Aku benar-benar ingin pergi ke lapangan dan mulai bermain agresif dengan menempatkan fokusku di lapangan,’’ tutur Emma.

Bertanding di tempat yang baru, tekanan yang didapatkan Emma pun semakin besar. Ternyata, di Melbourne ini Emma sudah seperti menemukan tempat yang baru. Tempat yang mengelu-elukan namanya.

BACA JUGA  Gebrakan Internasional, Labschool UNESA Gandeng NTCUST Taiwan Guna Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Selain itu, Emma pun juga sudah menemukan cara bagaimana dia dapat bermain dengan tanpa merasa tertekan dengan dukungan dari publik tuan rumah Australia. Sebaliknya, dia mengharap dukungan dari publik Melbourne.

’’Di sini (Melbourne), aku pergi berlatih lebih awal dan membiarkan orang-orang menyaksikan ku berlatih dari tribun. Jadi, aku benar-benar bisa menikmatinya, dan aku berpikir di sini (Melbourne) banyak fans yang datang sampai larut malam,’’ lanjut petenis yang berperingkat 18 dunia itu. Datang larut malam, demi melihat Emma jadi cinderella lagi. (The Guardian, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.