KEMPALAN: Ini humor seniman. Seorang pelukis senior yang tinggal di Surabaya dikenal sebagai sosok yang gampang bergaul, suka humor, dan seperti kebiasaan seniman pada umumnya: sering pulang larut malam. Entah untuk alasan menghadiri acara pentas seni, diskusi budaya, atau sekadar ngobrol dengan sesama teman seniman.
Kebiasaan pulang larut ini rupanya sudah pada tahap bikin jengkel sang istri. Tapi rupanya sang pelukis ini belum juga menyadarinya. Atau barangkali sudah disadari tapi tetap dilakukan juga. Ndablek!x
Suatu hari pelukis tadi seperti biasanya pulang dini hari. la masih tenang-tenang saja saat tiba di mulut gang tak jauh dari rumah. Paling-paling istriku sudah tidur, pikirnya. Toh aku bawa kunci duplikat.
Pelan-pelan dibukanya pintu pagar rumah. Lantas ia pun dengan mengendap-endap melangkah ke depan pintu ruang tamu. Dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi keras, dimasukkannya kunci duplikat ke lubang kunci pintu, lantas diputarnya nyaris tanpa menimbulkan suara. Kemudian pelan-pelan pintu dibuka. Betapa kaget sang pelukis melihat istrinya sedang duduk di kursi tamu dengan wajah ketus.
“Be..bee…luum tidur, Buu …?” sapa sang pelukis sedikit gugup.
“Belum!” jawab Sang Istri.
Lantas diberondongnya sang pelukis tadi dengan berbagai pertanyaan, bahwa kenapa dia belakangan kok sering pulang larut malam. Kemana saja, dan apa saja keperluannya, begitu setidaknya sari-pati berondongan itu.
Rupanya sang pelukis tak tahan dengan omelan istrinya, lantas menjawab dengan: “Kamu ini kayak polisi aja, interogasi terus”.
“Lha kamu kayak maling!” kata sang istri.
Siapa sang pelukis tersebut? Mirip nama saya, hanya nama belakang yang beda, yaitu : Amang Rahman. (Amang Mawardi/Foto pelukis Amang Rahman: Google).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi