Rabu, 17 Juni 2026, pukul : 19:58 WIB
Surabaya
--°C

Australia Rasakan Euforia yang Sama dalam Piala Dunia 2026

KEMPALAN: Meski berjarak ribuan mil dari lokasi turnamen, Australia turut merasakan euforia yang sama dalam Piala Dunia FIFA 2026.

Puluhan ribu orang di seluruh Australia turun ke jalan dengan mengenakan pakaian berwarna hijau dan emas pada Minggu (14/6) untuk menyaksikan kemenangan pembuka Socceroos 2-0 atas Turkiye dalam Piala Dunia.

Hasil tersebut disambut dengan sukacita di seluruh negeri dan dipuji di Australia sebagai salah satu performa terbaik tim nasional (timnas) putra dalam pertandingan Piala Dunia.

Pada Piala Dunia sebelumnya, pertandingan Socceroos biasanya dimulai larut malam atau dini hari waktu Australia. Namun, laga melawan Turkiye kali ini bergulir pada pukul 14.00 Waktu Standar Australia Timur (AEST) atau pukul 11.00 WIB pada Minggu, sehingga memberikan kesempatan langka bagi masyarakat untuk berkumpul dan mendukung timnas mereka.

Lembaga penyiaran resmi Piala Dunia di Australia, SBS, mengatakan jumlah penonton siaran langsung pertandingan tersebut mencapai 4,78 juta orang, yang mewakili sekitar 17 persen dari total populasi Australia.

Sebuah lokasi nonton bareng (nobar) yang populer di pusat kota Melbourne sudah penuh dengan sekitar 7.000 penggemar satu jam sebelum pertandingan dimulai, sementara 9.100 penonton lainnya menyaksikan pertandingan itu di AAMI Park, Melbourne. Di samping itu, sekitar 6.000 orang juga menyaksikan pertandingan tersebut dari lokasi nobar di Adelaide, kota asal sang pencetak gol timnas Australia, Nestory Irankunda.

BACA JUGA  Tanaman Jagung Mulai Berbuah, Polsek Gedangan Intensifkan Pendampingan Ketahanan Pangan

Berbicara kepada media pada Senin (15/6), Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyebutkan bahwa skuad Socceroos telah “diremehkan” oleh Turkiye.

“Gol-gol yang dicetak oleh Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe merupakan gol yang luar biasa, tercipta melalui serangan balik, setelah tim berhasil menerapkan strategi pertahanan ekstensif dan efektif,” ujarnya.

Dengan mencetak gol pembuka di Vancouver, Irankunda yang baru berusia 20 tahun menjadi pemain Socceroo termuda yang mencetak gol dalam ajang Piala Dunia.

Pemain sayap tersebut menjadi pemain termuda dalam susunan pemain inti timnas Australia, yang juga merupakan skuad termuda yang pernah diturunkan Socceroos di Piala Dunia, dengan rata-rata usia 24,6 tahun.

Sepuluh dari pemain inti melakukan debut mereka di ajang Piala Dunia saat menghadapi Turkiye, termasuk kiper berusia 22 tahun, Patrick Beach, yang penampilannya menuai pujian luas di Australia setelah secara mengejutkan terpilih menggantikan kapten veteran Mathew Ryan.

BACA JUGA  Polisi Sidoarjo Jalankan Ketahanan Pangan di Prambon

“Saya salut kepadanya karena dia memang luar biasa,” sebut Mark Schwarzer, mantan kiper timnas Australia, yang mencatatkan 109 penampilan bersama Socceroos selama 20 tahun, saat mengomentari performa Beach kepada Australian Broadcasting Corporation.

“Dia ditempatkan dalam sebuah posisi dengan tekanan luar biasa. Jelas pelatihnya memercayainya 100 persen, karena jika tidak, dia tidak akan pernah menempatkannya di posisi seperti itu.”

Dengan Socceroos yang tampil di ajang Piala Dunia untuk keenam kalinya secara berturut-turut, kemenangan atas Turkiye membuat warga Australia bermimpi meraih kemenangan pertama di babak gugur. Sebelumnya, mereka selalu tersingkir di babak 16 besar, masing-masing oleh Italia yang kemudian menjadi juara pada 2006, dan Argentina yang juga akhirnya menjadi juara pada 2022.

Alessandro Circati (22), bek timnas Australia, mengatakan bahwa kurangnya pengalaman tidak akan menjadi kelemahan bagi tim.

“Tim yang bermain di lapangan itu memang sangat, sangat muda. Namun, pengalaman saja tidak menjamin segalanya,” tuturnya.

“Energi yang dimiliki tim, hasrat untuk memenangkan duel, serta untuk memenangkan adu kecepatan, hal-hal itulah yang pada akhirnya membawa kita pada kemenangan, dan itulah yang kami lakukan.”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.