Dalam hal ini penulis juga mengaitkan pengertian kemerdekaan diatas dengan UUD 1945, berdasarkan isi pembukaan UUD 45 alenia ke satu. “ bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusian dan peri-keadilan” Alinea ke satu secara harfiah. Indonesia memang telah merdeka serta terlepad dari jajahan kolonialisme.
Terlepas dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh dua tokoh tersebut maupun pembukaan UUD 45, penulis ingin membahas wujud kemerdekaan secara lebih spesifik, namun jauh dari kata merdeka banyak sekali problematika yang berada di negeri yang katanya sudah merdeka tujuh puluh tujuh tahun ini.
BACA JUGA: Hari Raya Idul Adha sebagai Momentum Penyadaran Diri tentang Guna Manusia
Pendidikan, perekonomian, kesehatan, dan keadilan masih saja menjadi momok permasalahan di Indonesia. Tujuh puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar, ternyata selama itu pula keadilan sulit didapatkan, seperti halnya perampasan ruang hidup diberbagai daerah yang ada di Indonesia.
Salah satunya dengan alasan pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan di berbagai daerah, baik perkotaan maupun perdesaan. Sayangnya, prespektif pembangunan yang berlangsung tidak berpihak para warga karena hanya bertujuan untuk mengeruk dan memanfaatkan sumber daya alam.
Esensi pembangunan yang dilakukan oleh beberapa pihak di negara ini umumnya perebutan dan perampasan ruang hidup. Namun kepentingan umum ini hanya dirasakan oleh segelintir pihak elit dan komuditas tertentu, sedangkan bagi warga yang terdampak pembangunan tak mendapat apa-apa selain perampasan ruang hidup.
perampasan ruang hidup ini sangat memberikan dampak yang amat merugikan rakyat selaku manusia yang katanya hidup di negara yang merdeka. Nampaknya rakyat masih terjajah oleh segelintir elit yang menguasai negara ini.
Konflik agraria kembali mencuat, beberapa kasus Konflik agraria satu persatu mulai muncul kepermukaan, karena masyarakat sudah mulai sadar dan paham bahwa mereka hanya dijadikan alat pencetak uang untuk para kaum elit yang meraup ke untungan diatas penderitaan masyarakat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi