Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 17:10 WIB
Surabaya
--°C

Siswi Jakarta Wajib Jilbab dalam Social Identity Theory

Atau satu pemikiran, misal, sesama intelektual, sesama guru, sesama tukang ojek online, sesama tukang ojek pangkalan. Itu sebab, tukang ojek online bermusuhan dengan tukang ojek pangkalan.

Disebutkan di teori SIT, setiap manusia ingin dihargai. Ingin dihormati. Ingin mendapatkan sumber daya hidup (makanan) yang cukup. Itulah kodrati.

Setiap manusia berasumsi, ia akan lebih dihormati, dihargai, dapat makanan cukup, jika meleburkan diri (bergabung) dengan kelompok yang sejenis. Itulah pondasi teori In-group dan Out-group.

BACA JUGA: Kapolri Akan Umumkan Kasus Yosua, Termasuk Otak Pembunuh

Tapi manusia selalu ingin lebih. Dari sesuatu yang sudah ia didapatkan. Sudah dapat satu, ingin dua, dan seterusnya. Sampai manusia itu mati.

Ketika manusia ‘ingin lebih’ itulah, ia atau kelompoknya, melakukan intervensi kelompok lain. Bahkan, agresi. Awalnya, dengan cara menjelekkan kelompok lain. Bertujuan agar ‘kelompok lain’ bergabung ke ‘kelompoknya’.

Pelaku intervensi-agresi itulah disebut berperilaku intoleran. Inilah potensial konflik. Atau, bisa berubah menjadi konflik antar kelompok. Karena, ada aksi maka ada reaksi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.