Kapolri Akan Umumkan Kasus Yosua, Termasuk Otak Pembunuh?

waktu baca 5 menit
Foto-Foto: Istimewa

KEMPALAN: Bharada E mengakui, ia penembak pertama Brigadir Yosua. Diperintah atasan (belum sebut nama). Dilanjutkan tembakan-tembakan para pelaku lain ke jasad Yosua. Maka, E mengajukan diri ke LPSK sebagai Justice Collaborator.

***

ITULAH ending drama ‘baku-tembak polisi’, berdurasi sebulan, sejak Jumat, 8 Juli 2022 sampai Bharada E (Richard Eliezer Pudihang Lumiu) minta perlingkan LPSK, Senin, 8 Agustus 2022.

Ternyata, pengumuman awal Polri: ‘baku-tembak’, diduga tidak benar. Jika pengakuan Bharada E itu kelak terbukti benar, maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat. Atas perintah siapa? Motifnya apa?

Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan gelar perkara kasus ini, Selasa (9/8/2022) hari ini. Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo kepada pers, Selasa (9/8) mengatakan:

“Insyaallah hasilnya diumumkan sore nanti oleh Bapak Kapolri.”

Sementara, Bharada E minta perlindungan LPSK, pastinya ia merasa terancam. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyatakan, ada 25 polisi diperiksa, karena menutupi kasus ini.

Tim kuasa hukum Bharada E, Burhanuddin dan Deolipa Yumara tiba di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin, 8 Agustus 2022, pukul 13.10 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *