Penyatuan diri setiap individu dalam suatu kelompok, bisa atas inisiatif individu yang bersangkutan, atau diajak teman. Atau berdasar aturan tertentu.
Dalam sosiologi itu disebut “in-group” dan “out-group”. Kami dan mereka.
Seseorang menyebut ‘kami’, berarti merujuk pada kelompoknya. Dan, ‘mereka’ untuk menyebut kelompok lain di luar kelompoknya.
Henri Tajfel dan John Charles Turner dalam buku mereka bertajuk “The Social Identity Theory of Intergroup Behaviour” (1986) adalah rujukan sosiolog dalam analisis teori in-group dan out-group.
BACA JUGA: Sambo Terancam Hukum Mati, Apa Motifnya?
Buku karya Tajfel dan Turner itu terinspirasi dari teori karya Psikolog Sosial Amerika keturunan Turki, Muzafer Sherif, bertajuk “The Realistic Conflict Theory” (1950).
Tajfel dan Turner dalam buku mereka, menyebutnya sebagai Social Identity Theory (SIT) dicetuskan Tajfel dan Turner pada 1970.
Inti dua teori itu, sama: Individu meleburkan diri dalam suatu kelompok yang punya kesamaan dengan individu tersebut. Kesamaan dalam arti luas, antara lain, suku, ras, agama, dan sejenisnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi