Hidup selalu merasa tertekan dan tersiksa. Karena , energi negatif pada orang yang berselingkuh akan membuat tidak tenang, membuat rezekinya bermasalah serta dapat di datangi masalah-masalah baru yang mungkin lebih pelik lagi. Orang yang berselingkuh, terutama dalam rumah tangga, tidak pantas mendapatkan kebahagiaan, karena telah merusak kebahagiaan orang lain. Dan juga karena orang yang melakukan perselingkuhan akan jauh dari yang namanya cinta sejati.
Perbuatan baik akan berbuah atau melahirkan kebaikan, demikian pula perbuatan jahat akan berbuah keburukan bagi kehidupan pelakunya. Azab dunia dan siksa yang perih akan dirasakan bagai para peselingkuh. Tidak akan ada keberkahan rezeki dalam hidupnya. Dalam hukum Islam perselingkuhan sama dengan zina.
Allah SWT melarang perselingkuhan yang merujuk pada zina sebagaimana firman-Nya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk dan kalau terjadi perzinahan, maka ada akibat buruk untuk pelakunya di dunia dan di akhirat.” (QS. Al-Isra : 32). Pasangan suami istri yang melakukan perselingkuhan, bahkan telah melakukan hubungan intim masuk dalam kategori zina Muhsan.
Suami atau istri yang berselingkuh berarti ia telah berbuat khianat kepada pasangannya, artinya ia telah merusak perjanjian atau komitmen itu dengan sembunyi-sembunyi. Khianat adalah termasuk dosa besar yang dilarang oleh Allah SWT.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi