Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 09:52 WIB
Surabaya
--°C

Angkat Bicara, PM Israel Sebut Tersisa 1-2 Minggu lagi Sebelum Bubar

Naftali Bennett-DW

TEL AVIV-KEMPALAN: Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett pada akhirnya turun tangan mengatakan bahwa pemerintah memiliki sisa waktu satu hingga dua minggu kedepan untuk menyelesaikan semua permasalahan internalnya—jika tidak, maka akan bubar.

Pada saat ini, meskipun telah berjalan setahun, koalisi di Israel sedang mengalami krisis untuk dapat bertahan.

Bahkan, anggota partai yang di dalam koalisi pun menolak memberikan suaranya—yang kemudian menimbulkan amarah dan kecaman dari Bennett.

“Kami hanya memiliki sisa waktu satu hingga dua minggu untuk menyelesaikan permasalahan di koalisi—dan kemudian kita bisa melanjutkan apa yang harus kami lakukan” ucap Bennett.

“Namun jika gagal, maka kami tidak akan lanjut” ucap tambahnya.

BACA JUGA  Sidoarjo Borong Medali di Kejurprov Gulat Jatim 2026, Ika Adinda: Modal Besar Masa Depan

Koalisi pemerintah Israel pada saat ini terdiri dari 8 partai yang terpisah sangat jauh dari ideologi.

Koalisi tersebut terdiri dari partai Sayap Kanan Ekstrem, Liberal dan Partai Arab.

Bahkan mereka berkoalisi dengan partai UAL yang merupakan partai berisikan warga Palestina di Israel—dan seringkali menentang kebijakan Israel.

Tujuannya hanyalah satu—yaitu mengalahkan Benjamin Netanyahu.

Koalisi tersebut mendapatkan total 59 bangku dari total 120 bangku di Parlemen Israel.

Namun koalisi tersebut tidak stabil—dan hanya bisa bertahan dengan cara entah dibubabarkan, memilih Perdana Menteri baru atau skenario lainnya.

Dalam klarifikasinya, Bennett mengetahui bahwa koalisi tersebut tidak sempurna—namun tidak ada pilihan lain.

“Pemerintahan ini tidak sempurna, namun alternatif pilihan juga tidak lebih baik” ucapnya, melansir dari Aljazeera.

BACA JUGA  DPRD Surabaya Siap Sampaikan Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus ke Pusat

Teman dekatnya, Menteri Luar Negeri Israel yaitu Yair Lapid menulis di Twitter pribadinya bahwa koalisi tersebut menjadi satu-satunya cara melindungi demokrasi di Israel dan memperkuat Israel.

Kemudian, dalam responsnya, Benjamin Netanyahu yang merupakan musuh bebuyutan koalisi tersebut mengatakan bahwa koalisi pada saat ini hanya mengincar bangku, bukan untuk melindungi negara.

“Kalian tidak bertarung untuk negara kalian—melainkan untuk bangku jabatan” ucap Netanyahu, yang sekarang sedang dalam investigasi kasus korupsi.

Ia juga berjanji akan kembali lagi di publik Israel.

 

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.