JAKARTA-KEMPALAN: Cineworld yang merupakan jaringan bioskop terbesar kedua di dunia sedang bersiap-siap untuk mengajukan kebangkrutan atau pailit. Perusahaan tersebut mengajukan pailit karena gagal bangkit dari pandemi Covid-19.
Dilansir dari Kompas, perusahaan Cineworld yang pusatnya berada di London, Inggris memiliki utang sebesar USD 4,8 miliar atau setara dengan Rp71,28 triliun karena dampak yang dihasilkan pandemi Covid-19 kemarin.
Perusahaan tersebut memiliki sebanyak 751 bioskop yang berada di 10 negara termasuk jaringan Cineworld dan Picturehouse. Diperkirakan akan mengajukan petisi pada bab 11 di AS dan sedang mempertimbangkan proses pailit di Inggris.
Akibat hal tersebut, saham Cineworld sempat anjlok hingga sebesar 80 persen. cineworld mengatakan bahwa tanda bisnis mulai membaik adalah adanya peningkatan pada permintaan, tetap pendapatan perusahaan tetap tidak sesuai dengan target.
Kinerja bisnis tidak maksimal karena minimnya film besar sehingga jumlah kunjungan terhadap Cineworld tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Perusahaan mencatat kerugian yang dihasilkan di tahun 2020, yaitu mencapai sebesar USD 2,7 miliar dan di tahun selanjutnya kembali rugi sebesar USD 566 juta.
Dilansir dari Republika, Cineworld sedang mempertimbangkan untuk restrukturisasi agar dapat membebankan utangnya.
“Setiap transaksi de-leveraging kemungkinan akan mengakibatkan dilusi yang sangat signifikan dari kepentingan ekuitas yang ada di Cineworld,” kata perusahaan.
Cineworld memprediksi bahwa kondisi keuangannya kemungkinan hanya akan bertahan hingga bulan November. “Kami tidak ada komentar apapun di luar pernyataan yang kami buat itu,” katanya dikutip dari Detik, Sabtu (20/8/2022).
Utang bersih yang dimiliki Cineworld diketahui mencapai sebesar USD 8,9 miliar. Angka tersebut termasuk kewajiban sewa pada akhir 2021 sebesar USD 4,84 juta dan sebesar USD 354,3 juta kas terbatas.
Untuk memberi nasihat mengenai proses kebangkrutan, Cineworld telah menggandeng pengacara dari Kirkland & Ellis LLP serta konsultan dari AlixPartners. Namun, tampaknya pihak tersebut menolak untuk memberikan tanggapan.
Sebelumnya, Cineworld menyatakan bahwa perusahaan berusaha mencari cara untuk mengurangi utang yang dimiliki, tetapi manajemen memberikan peringatan dengan adanya dilusi yang signifikan dari kepentingan ekuitas terkait. (Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi