JAKARTA–KEMPALAN: Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Samsul Maarif mengatakan, sebagai orang yang kenal dengan Anies Baswedan, ia yakin dan percaya gubernur DKI Jakarta itu tak mungkin berafiliasi dengan organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Hal itu dikatakan menanggapi soal deklarasi dukungan ke Anies Baswedan untuk menjadi presiden yang diwarnai isu bendera HTI di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, kemarin.
“Saya yakin Pak Anies, secara pribadi tidak (berafiliasi dengan HTI). Tetapi ada sebagian orang eks HTI yang mendukung Pak Anies, iya itu bisa jadi,” katanya Sabtu, 11 Juni 2022.
Justru, lanjut dia, Anies Baswedan adalah sosok yang sebaliknya, yakni lawan dari paham ekstrem seperti HTI. Pasalnya, Anies Baswedan antara lain pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina.
“Pak Anies itu kan bisa dilihat dari dia alumni Rektor Universitas Paramadina. Saya menilai orang-orang Paramadina itu adalah lawannya (paham) yang ekstrem,” terang Samsul.
Ia pun menilai, seharusnya saat ini Anies Baswedan sudah harus membuktikan kepada lawan politiknya, bahwa bukan berada di jalan kelompok yang ekstrem tersebut. Salah satunya terus merangkul organisasi seperti NU dan Muhammadiyah.
“Untuk menghilangkan stereotip kepada masyarakat, menurut saya Pak Anies lebih mendekatkan diri kepada organisasi seperti NU dan Muhammadiyah yang moderat. Itu untuk menepis, terutama lawan politiknya,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kepolisian menyebut bendera yang terpasang di panggung deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan bukan bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan hal tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan kelapangan. “Kalau hasil pemeriksaan kita, bendera tersebut bukan bendera HTI,” ujarnya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi