Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 01:47 WIB
Surabaya
--°C

Lockdown Sapi

Sampai sekarang masih dicari apa penyebab penyakit ini. Ada kecurigaan bahwa penyakit ini muncul akibat membanjirnya impor daging sapi dari luar negeri. Indonesia sudah pernah mengalami penyakit sapi pada 1990 dan sudah bisa mengatasinya dengan baik. Indonesia pun dinyatakan bebas dari penyakit ternak seperti sapi gila dan penyakit mulut dan kuku.

Tapi, beberapa wilayah negara Asia masih belum bebas dari varian penyakit ternak. Dari negara-negara itulah kemungkinan penyakit itu masuk ke Indonesia. Kebijakan impor daging sapi yang beberapa tahun terakhir ini meningkat dituding sebagai penyebab masuknya penyakit ini.

Impor daging sapi tahun ini mencapai 273 ribu ton atau naik 22  persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor daging sapi pun menjadi USD 948 juta atau sekitar Rp13 triliun pada 2021. Jumlah ini naik 35 persen dari tahun sebelumnya.

Mengatasi wabah sapi lockdown dilakukan dengan cepat dan ketat di Jawa Timur. Tentu tidak sama dengan penanganan pandemi Covid-19 yang mengharuskan manusia tinggal di rumah, menjaga jarak, dan memakai masker. Sapi-sapi tidak harus pakai masker dan menjaga jarak. Tapi, sapi tetap harus mendapatkan vaksin seperti manusia, satu kali. Mungkin nanti kalau penyakit tidak berhenti dan makin meluas akan ada vaksinasi sapi masal sampai dua kali, dan akan juga ada vaksin ketiga alias booster sapi.

BACA JUGA: Presiden Bongbong

Sama dengan manusia, sapi-sapi juga harus disemprot disinfektan. Kandang sapi dibersihkan dan disterilkan dengan semburan anti-virus. Sapi-sapi tidak harus tes antigen atau PCR, tapi tetap harus dicek kesehatannya untuk memastikan bebas dari penyakit.

Penyekatan lalulitas sapi dilakukan di beberapa daerah yang masih aman dari wabah. Seperti halnya arus manusia yang diputar balik ketika terjadi penyekatan, banyak juga sapi-sapi kiriman yang harus diputar balik tidak boleh masuk ke satu daerah.

Pemerintah Jawa Timur menegaskan bahwa penyakit ini tidak menular dari hewan kepada manusia. Sudah ada jaminan dari otoritas kesehatan akan hal itu. Mudah-mudahan publik percaya atas jaminan itu. tapi, bagi publik Jawa Timur penyakit ini akan sangat memengaruhi konsumsi mereka terhadap daging sapi, terutama bagi yang hobi makan olahan sapi bagian mulut dan kaki.

Salah satu kuliner khas yang sangat digemari masyakarat Jawa Timur adalah rujak cingur. Makanan ini terdiri atas berbagai macam sayuran dan bebuahan yang disajikan mentah dengan bumbu petis dan kacang. Bersamaan dengan itu disajikan pula ‘’cingur’’ yang diolah dari mulut sapi yang dimasak dalam waktu lama supaya menjadi empuk.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.