Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 11 Mei 2022 13:14 WIB ·

Presiden Bongbong


					Bongbong Marcos (Foto: REUTERS/Romeo Ranoco)  Perbesar

Bongbong Marcos (Foto: REUTERS/Romeo Ranoco)

KEMPALAN: FILIPINA baru saja melaksanakan perhelatan pemilihan presiden Senin (9/5), dan melahirkan presiden baru Ferdinand Marcos Junior atau lebih dikenal dengan nama panggilan Bongbong. Perhitungan suara formal oleh komisi pemilihan umum belum diumumkan, tetapi hasil perhitungan cepat menunjukkan perolehan suara Bongbong dua kali lipat lebih banyak dari pesaing terdekatnya, mantan wakil presiden Leni Robredo, dan mantan petinju Manny Pacquiao yang juga mencalonkan diri.

Bongbong ialah putra mantan presiden Filipina Ferdinand Marcos (1917-1989) yang dikenal sebagai diktator Filipina yang berkuasa selama 21 tahun. Marcos memimpin dengan kekuasaan mutlak dan menerapkan politik tangan besi untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Di bawah kepemimpinan Marcos Filipina korupsi merajalela dan kemiskinan meluas dimana-mana. Marcos dan istrinya Imelda dikenal sangat korup dan menyimpan kekayaan yang sangat besar di dalam dan luar negeri.

Pada 1986 Filipina diguncang oleh demonstrasi besar di seluruh negeri memprotes kepemimpinan Marcos yang dianggap bobrok. Rakyat Filipina kehilangan ketakutannya terhadap kekejaman Marcos, mereka berduyun-duyun turun ke jalan melakukan protes yang melumpuhkan aktivitas pemerintahan.

Gerakan rakyat ini kemudian terkenal dengan sebutan ‘’People Power’’, gerakan demonstrasi rakyat secara damai yang berhasil menumbangkan rezim yang sangat otoriter dan represif. Ferninand Marcos yang terdesak tidak mempunyai pilihan lain selain melarikan diri ke Amerika Serikat ketimbang menghadapi pengadilan rakyat.

Dengan pesawat khusus Marcos dan keluarganya melarikan diri ke Hawaii. Ketika itu ia membawa semua harta yang bisa dia boyong, ada ribuan batangan emas, berlian, dan batu-batu berharga. Ada ratusan koper berisi uang kontan dalam pecahan dolar dan peso Filipina.

BACA JUGA: Deddy Corbuzier dan LGBT

Bersama Ferdinand Marcos Senior ikut pula istrinya Imelda Marcos yang terkenal sebagai first lady, ibu negara, pesolek yang membawa serta ratusan pasang koleksi sepatunya bersamaan dengan ratusan koleksi perhiasan dari emas, intan, dan berlian. Sebuah laporan menyebutkan jumlah koleksi sepatu Imelda 2.000 pasang.

Bersama keluarga itu ikut pula si bungsu Ferdinand Marcos Junior. Ketika itu si bungsu yang biasa dipanggil Bongbong itu masih seorang anak muda berusia 27 tahun yang belum pernah secara langsung bersinggungan dengan politik. Marcos Senior juga tidak mempersiapkan anaknya yang masih dianggap terlalu muda itu untuk menjadi suksesornya.

Tetapi, takdir politik berbicara lain. Bongbong–yang menjadi saksi masa-masa kekuasaan bapaknya dan kemudian menyaksikan pula kejatuhan yang menyakitkan—diam-diam belajar banyak mengenai politik. Bapaknya meninggal dalam pengasingan dalam konidisi menderita pada 1989. Bongbong bersumpah untuk kembali ke Filipina dan akan meneruskan kepemimpinan dinasti Marcos.

Saat ini Filipina mengalami transisi dan transformasi nasional setelah People Power berhasil mengusir Marcos. Marcos yang sangat otoriter digantikan oleh seorang presiden baru yang sama sekali tidak dikenal kiprah politiknya dan lebih dikenal sebagai ibu rumah tangga.

BACA JUGA: Tim Naas Indonesia

Dialah Corazon ‘’Corry’’ Aquiono istri mendiang Benigno ‘’Ninoy’’ Aquino. Semasa hidup Ninoy dikenal sebagai musuh bebuyutan Marcos. Ninoy menjadi politisi yang dengan gagah berani menentang otoritarianisme Marcos. Ninoy yang lahir dari keluarga tuan tanah kaya raya rela membagi-bagikan tanahnya untuk para petani miskin yang menjadi korban salah urus oleh rezim Marcos.

Ninoy semakin populer dan pendukungnya semakin meluas. Marcos tidak senang dengan keberadaan Ninoy dan memenjarakannya atas tuduhan subversi. Pada 1980 Ninoy diizinkan berangkat ke Amerika untuk mengobati sakit jantung. Ninoy kemudian tetap tinggal di Amerika sebagai eksil. Ia tetap menyuarakan perlawanan terhadap Marcos dari tempat pengasingan.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cacar Monyet

21 Mei 2022 - 17:24 WIB

Reputasi Segalanya

21 Mei 2022 - 08:00 WIB

Laut Bercerita

20 Mei 2022 - 16:15 WIB

Monas Lokal

20 Mei 2022 - 08:00 WIB

Tesla dan Esemka

19 Mei 2022 - 17:15 WIB

PKB Daun Salam

19 Mei 2022 - 08:00 WIB

Trending di Kempalpagi