Mochtar Pabottingi Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Satu Intelektual Publik Lagi

waktu baca 2 menit

JAKARTA TIMUR-KEMPALAN: Kabar duka kembali kembali melanda dunia akademik di Indonesia, Mochtar Pabottingi dikabarkan wafat pada Minggu, 4 Juni pukul 00.30 WIB pada usia 77 tahun. Sebelumnya, mendiang sempat terkena serangan jantung pada Idul Fitri 2023 sehingga dilarikan ke Rumah Sakit EMC, Pulo Mas, Jakarta Timur. Jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di Jalan Plafon, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Mochtar Pabottingi adalah intelektual publik kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia merupakan penulis yang menorehkan sejumlah puisi dan bekerja sebagai peneliti utama di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sekarang menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mendiang mulai berkecimpung di dunia akademik dengan menempuh studi sarjana di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra yang ia tamatkan pada tahun 1973. Lalu melanjutkan berkuliah jenjang magister ke Universitas Massachusetts yang dituntaskan pada tahun 1984 dengan beasiswa dari Fulbright’s Master Degree Program.

Dengan pendanaan dari East-West Center di Honolulu, Mochtar dapat meraih gelar doktor dari Universitas Hawai’i di Manoa pada tahun 1989. Dalam menuliskan disertasinya yang berjudul Nationalism and Egalitarianism in Indonesia, 1908-1980: Probing the Problem of Discontinuity in Indonesian Political Discourses and Practises, ia juga mendapatkan bantuan dana dari Ford Foundation dan Fulbright Visiting Scholar Program.

Ia juga aktif dalam dunia kepenulisan di Indonesia, menjadi co-editor Majalah Titian, selain itu menulis di Majalah Tempo, Horison, dan Prisma. Almarhum juga meninggalkan sejumlah buku seperti Konsierto di Kyoto, Burung-Burung Cakrawala, Suara Waktu, Dalam Rimba Bayang-Bayang, Potret Politik Kaum Muslim di Perancis dan Kanada, serta Politik Identitas. (Reza Hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *