Rujak cingur menjadi kuliner khas Jawa Timur dan khususnya Surabaya dan menjadi salah satu kuliner yang ikonik. Kuliner rujak bisa ditemui di berbagai daerah di Jawa Timur. Tetapi rujak cingur dari olahan mulut sapi hanya ditemui di Surabaya.
Satu lagi kuliner yang akan terpengaruh oleh wabah yaitu kikil kaki sapi yang menjadi olahan kesukaan warga Jawa Timur. Di Jakarta juga sangat populer sup kaki sapi yang diberi kuah santan kental. Olahan sup kaki diambil dari kaki sapi yang sekarang terkena wabah PMK. Sangat mungkin penggemar sup kaki dan kikil kaki sapi berpikir ulang untuk mengonsumsinya sekarang.
Wabah PMK akan memukul pedagang rujak cingur dan pedagang kikil sapi. Mereka akan kehilangan penghasilan dan tidak tertutup kemungkinan akan kehilangan mata pekerjaan kalau wabah ini meluas.
BACA JUGA: People Power
Sampai sekarang, perkiraan kerugian akibat penyakit ini sudah mencapap Rp 11 triliun. Kerugian ekonomi ini terjadi secara langsung pada sistem produksi peternakan, seperti akan terjadinya penurunan produksi susu, infertilitas, aborsi, kematian, penurunan produktivitas kerja dan penurunan berat badan. Hal itu masih ditambah lagi dengan kerugian yang diderita pedagang kuliner olahan mulut dan kuku sapi.
Selain itu, kerugian akibat program pengendalian dan penanggulangan khususnya tindakan pemberantasan, depopulasi, serta hilangnya kesempatan ekspor dan pengaruh bagi industri pariwisata, juga akan timbul. Wabah PMK juga akan memengaruhi tenaga kerja di bidang peternakan maupun bidang lain yang terpengaruh oleh wabah.
Para peternak menjerit. Sapi dijual dengan harga bantingan. Sapi yang berukuran besar yang hargannya Rp 25 juta diobral dengan harga Rp 11 juta. Sapi yang belum siap potong terpaksa harus dipotong. Sapi yang sudah divaksin dengan suntikan anti-biotik sebenarnya tidak boleh langsung dipotong karena tubuh sapi masih belum dinetralisir. Tetapi pemotongan dilakukan ketimbang sapi mati sia-sia.
Hari Raya Kurban sudah dekat, banyak pedagang sapi sudah telanjur membeli sapi untuk dijual kembali dengan harapan beroleh untung besar. Namun, sapi yang siap jual malah terkapar. Mau untung malah jadi buntung. Save our farmers. Selamatkan para petani kita! (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi