Menu

Mode Gelap

kempalanews · 13 Mei 2022 13:04 WIB ·

Dulu Kuli Bangunan, Sekarang Lukisan Kanvasnya Diantre Kolektor


					Ruslan dan karya lukisnya.
Perbesar

Ruslan dan karya lukisnya.

SURABAYA-KEMPALAN: TIDAK seorang pun yang bakal menyangka kalau mantan kuli bangunan ini sekarang dikenal sebagai salah satu pelukis realis top di Tanah Air. Karya-karyanya banyak dikoleksi tokoh dan pejabat Ibukota.

“Sampai hari ini ada 5 orang yang antre lukisan Padahal, rata-rata saya hanya membikin sebuah lukisan ukuran 100 x 200 sentimeter. Jadi, pemesan lukisan saya, ya harus rela bersabar,” tutur lelaki 55 tahun ini.

Untuk setiap lukisan kanvasnya yang berukuran 120 x 200 sentimeter, Ruslan membanderolnya dengan harga mulai Rp 27 juta. “Selama pandemi Covid-19, tidak ada pengaruhnya bagi saya untuk membikin lukisan. Orderan juga tetap masuk pada setiap bulannya,” tutur Ruslan, blak-blakan.

Bapak 4 orang anak ini mengaku tingkat produktivitasnya banyak dipengaruhi oleh mood. Selama Bulan Ramadhan yang lalu, misalnya, Ruslan enggan corat-coret di atas kanvas. “Baru hari Kamis ini (12/5) saya mulai melukis, setelah absen selama Bulan Ramadhan dan Lebaran yang lalu,” ungkapnya, Kamis malam ini (12/5).

Sebelum mulai menggoreskan kuas di atas kanvasnya, Ruslan lebih dulu memotret objek lukisannya lewat kamera. “Jadi, saya mengawalinya dengan hunting foto lebih dulu. Setelah mendapatkan sudut foto yang sangat bagus, maka saya mewujudkannya dalam bentuk lukisan di kanvas,” papar Ruslan.

Malas Sekolah

Dia mengaku sangat bersyukur, lantaran namanya kini sangat diperhitungkan sebagai pelukis realistis yang handal. Lukisan Ruslan dinilai sangat hidup, dan amat realistik. Persis hasil foto jepretan kamera.

Padahal Ruslan hanyalah lulusan SMP saja. “Saya memang malas melanjutkan sekolah. Sejak SD, saya hanya suka menggambar. Saya merasa pendidikan formal bukanlah dunia saya,” tutur dia, tanpa malu-malu.

Itulah sebabnya setelah tamat SMP, Ruslan memilih untuk bekerja serabutan. “Saya pernah menjadi kuli sawah,” kenang dia. Ruslan juga tidak malu-malu bekerja sebagai kernet bangunan untuk membantu ayahnya yang bekerja sebagai tukang bangunan. Dua tahun kemudian, dia ‘naik pangkat’ sebagai tukang bangunan.

Lukisan Ruslan berukuran 120 x 200 sentimeter dihargai mulai Rp 27 juta.

Namun, pada tahun 1989 dia nekat hijrah ke Surabaya. Jiwa seninya memberontak, sehingga pada akhirnya dia menemui pelukis M Sochieb. “Saya menemui beliau, lantas memohon kepada dia untuk diterima sebagai murid,” lanjut Ruslan.

Setelah 2 tahun sebagai cantrik Sochieb, Ruslan pun mulai ‘mengembara’ sebagai pelukis. Dan, pada 1994 Ruslan memutuskan untuk bekerja penuh sebagai pelukis profesional. “Sejak tahun itulah saya benar-benar menggantungkan hidup sebagai pelukis. Saya pernah dibayar mingguan sebagai pelukis di sebuah galeri,” kenang Ruslan.

Baginya, keputusan tersebut merupakan sebuah anugerah. “Mungkin dulu saya diremehkan banyak orang, karena memilih hidup sebagai pelukis. Orang-orang dulu, kan tidak pernah membayangkan, jika setiap lukisan saya bisa laku hingga puluhan juta rupiah,” jelas warga Desa Dawung, Kecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri (Jawa Timur) ini.

Itulah sebabnya Ruslan kini membuka Kampung Lukis Ruslan di desanya. Lembaganya itu membuka kesempatan bagi siapa pun untuk belajar melukis. Para instrukturnya direkrut dari pelukis-pelukis muda di Kediri dan sekitarnya.

“Saya ingin anak-anak muda sekarang memiliki wadah untuk menyalurkan bakat lukisnya. Jangan sampai mereka mengalami perjalanan kreatif seperti saya yang harus luntang-lantung dalam mewujudkan bakat melukis,” jelas Ruslan.

Di mata Ruslan, profesi sebagai pelukis sangat bisa dibanggakan. “Lebih dari itu, penghasilan sebagai pelukis sangat bisa dibanggakan,” alasan dia. Kebetulan pula sejak awal tahun 2000-an banyak digelar lomba melukis untuk berbagai kelas umur. “Jadi, itulah kesempatan bagi mereka yang punya bakat melukis untuk menunjukkan talentanya,” kata Ruslan. (*)

Editor: DAD

 

Artikel ini telah dibaca 471 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

18 Mei 2022 - 22:40 WIB

Halal Bihalal Warga Kampung, Ketua DPRD Surabaya Angkat Keguyuban dan Gotong Royong

18 Mei 2022 - 22:04 WIB

Anies Jalin Kesepakatan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan dengan Berlin

18 Mei 2022 - 19:06 WIB

PPDB SMPN Surabaya Dimulai, Simak Tahapan dan Cara Pendaftarannya!

18 Mei 2022 - 18:53 WIB

Macron Desak Israel untuk Investigasi terkait Pembunuhan Shireen Abu Akleh

18 Mei 2022 - 12:28 WIB

Shireen Abu Akleh-Tempo

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Trending di kempalanalisis