Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 3 Mei 2022 11:17 WIB ·

Opor Ayam dan Surabaya Sebagai Tempat Persenyawaan Warga


					ILUSTRASI: Nikmatnya Opor ayam. (Foto: fimela.com) Perbesar

ILUSTRASI: Nikmatnya Opor ayam. (Foto: fimela.com)

KEMPALAN: Hari kedua bulan Syawal 1443 H bertepatan dengan 3 Mei 2022 sangat terasa sekali suasana lebaran di Surabaya.

Saya yang tidak mudik kemana mana, karena memang dilahirkan sebagai arek Suroboyo, merasakan betul keadaan Surabaya, ibarat orang beraktivitas, Surabaya benar – benar istirahat.

Suasana hingar yang tak pernah berhenti, semalam benar benar menjadi hening, tak banyak warung dan toko buka, Surabaya benar-benar ditinggalkan oleh banyak penghuninya.

Suasana lebaran tahun ini benar-benar terasa nikmat dan bersama, betapa tidak setelah dua tahun kita didera oleh pandemi dengan tidak boleh kemana mana, tahun ini suasana terasa sekali khidmat dan nikmat. Kita bisa bersilaturahmi ke sanak keluarga, handai tolan dan sahabat meski harus tetap menjaga prokes yang ketat.

Ditambah lagi keputusan pemerintah yang menegaskan bahwa tahun ini hari raya Iedul Fitri dilaksanakan secara bersama tidak ada perbedaan waktu antara hisab dan rukyat, keduanya saling melengkapi. Kenikmatan berlebaran bersama inilah menjadikan momentum lebaran tahun ini sangat terasa.

Suasana lebaran di Surabaya tahun ini ibarat hidangan opor ayam dan sayur manisan ditambah dengan sambal goreng kentang dicampur dengan hati. Itulah menu kesukaan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi selalu menantikan menu wajib saat momentum lebaran. Yaitu, opor ayam dipadukan sambal ati dan ketupat.

“Sebenarnya kuliner yang paling enak ya opor ayam. Top markotop itu. Dicampur sambal goreng hati, cocok itu. Ini menu yang harus selalu ada pada saat lebaran dan ini menjadi ciri khasnya Idul Fitri, ditambah ketupatnya,” kata Eri di Surabaya, Senin (2/5/2022).

Dengan adanya opor ayam dan ketupatnya ini, ia berharap bisa mengingatkan kepada semuanya bahwa Idul Fitri ini adalah momen untuk saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya, dihilangkan rasa dendam, rasa iri dan dengki dan ada semangat untuk berkolaborasi dan bergotong royong.

“Jadi, Insya Allah kita akan menjadi manusia yang fitrah kembali, yang kosong dan kita mulai hidup baru untuk masyarakat Kota Surabaya, untuk kota kita tercinta ini, agar Kota Surabaya menjadi kota yang baldatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Menu lebaran kesukaan Walikota ini kalau diibaratkan adalah sebuah persenyawaan dari berbagai unsur bahan dan bumbu, yang kemudian diaduk dan dicampur menjadi satu menjadi sebuah sajian yang akan dihidangkan. Dan hasilnya memang sangat lezat dan memuaskan penikmat hidangannya.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Surabaya Milik Kita, Ayo Kita Bantu Walikota

18 Mei 2022 - 21:54 WIB

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Arus Dukungan untuk Anies Cermin Kebangkitan Indonesia

18 Mei 2022 - 11:54 WIB

Anies Semakin Melejit

17 Mei 2022 - 08:41 WIB

Anies dan Titik Nol Indonesia

16 Mei 2022 - 14:11 WIB

Anies Hanya Kalah Kalau Gak Nyapres?

16 Mei 2022 - 12:35 WIB

Trending di kempalanalisis