Eri menegaskan momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi tonggak semangat untuk menggerakkan ekonomi Surabaya setelah dua tahun vakum akibat pandemi.
Selain itu Eri juga menuturkan Idul Fitri harus menjadi momentum untuk saling memaafkan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan.
Hari Kemenangan ini tidak akan sempurna jika masih punya salah atau khilaf makanya hubungan sesama manusia harus dilakukan hari ini, yaitu dengan saling memaafkan.
“Dengan saling memaafkan, maka akan memiliki semangat baru yang tujuan akhirnya hanya satu, yaitu membahagiakan seluruh warga Surabaya, “, tutur Eri.
Bagi Eri Cahyadi dan jajarannya, tidak ada lagi waktu tersisa untuk segera menunaikan janji janjinya mensejahterakan warga Surabaya.
Sinergi, kolaborasi dan gotong royong serta akselerasi adalah kata kunci.
Saling berbagi tugas dan melengkapi adalah keharusan yang harus dimiliki oleh semua jajaran yang ada bersama Eri Cahyadi.
Tim percepatan yang membantu walikota untuk percepatan pembangunan di Surabaya adalah bagian yang mendampingi semua jajaran pemkot untuk saling bahu membahu melakukan upaya percepatan layanan yang mensejahterakan warga.
Kolaborasi apik semua untuk mewujudkan layanan yang baik warga kota ibaratnya opor ayam dan sambel goreng ati menu kesukaan walikota dihari lebaran.
Kolaborasi apik itu harus diniatkan sebagai amanah menjadikan hamba Allah yang bertaqwa, sebagai tujuan puasa kita bersama. Hamba Allah yang mampu menjadi sebaik baik manusia, yaitu manusia yang bisa menghadirkan kemanfaatan bagi semua warga kota.
Hari ini di momentum lebaran 1443 H, Surabaya sedang bersiap menjadi tempat bersenyawa seluruh warga kota untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang bergotong royong menuju menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan.
Semoga Allah selalu memudahkan!
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi