Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 05:00 WIB
Surabaya
--°C

Yaman

Bahkan ketika so called radikalisme itu masih berupa ucapan pun sudah dimata-matai dan langsung ditangkap. Razia besar-besaran dilakukan secara strategis dan masif. Patroli akan dilakukan bukan hanya secara fisik tapi juga secara virtual. Kekuatan polisi dan TNI dianggap belum cukup, maka sejenis kekuatan milisia pun digerakkan dalam bentuk pam swakarsa untuk memata-matai rakyat.

Itu belum cukup. Meskipun sudah ada milisia yang kemungkinan bisa dipersenjatai, masih ada lagi program untuk memata-matai rakyat yang dilakukan oleh rakyat sendiri. Aparat ASN diberi pelatihan dan pemahaman mengenai so called radikalisme dan melaporkannya sesegera mungkin kepada aparat.

Sangat mungkin terjadi anak memata-matai orang tua, dan sebaliknya, orang tua memata-matai anak-anaknya sendiri. Sesama saudara saling memata-matai. Sesama teman saling mengintip dan mewaspadai. Yang ada adalah saling curiga karena trust, sikap saling percaya sudah terkikis.

Kepercayaan masyarakat, trust, adalah modal sosial yang sangat penting untuk membangun kesejahteraan bangsa. Masyarakat yang mempunyai tingkat saling keterpercayaan yang tinggi akan mempunyai modal sosial yang tinggi untuk bisa maju. Sebaliknya, masyarakat yang rendah tingkat kepercayaannya akan mempunyai modal sosial yang rendah.

BACA JUGA  Kenapa NPD Masih Terus Berbohong

BACA JUGA: Ganteng Ganteng Srigala

Francis Fukuyama (Trust; The Social Virtues and the Creation of Prosperity, 1995) membagi tipe masyarakat menjadi dua, low trust society (masyarakat kepercayaan rendah) dan high trust society (masyarakat kepercayaan tinggi). Tingkat kepercayaan itu akan memengaruhi kualitas demokrasi dan kemajuan ekonomi suatu negara.

Low trust society cenderung tidak demokratis karena rentang kepercayaan kepada orang lain yang terbatas. Low trust society tidak percaya kepada orang lain dan lebih percaya kepada keluarga sendiri. Karena itu merit system tidak bisa berkembang pada masyarakat low trust dan nepotisme akan marak karena lebih percaya kepada keluarga daripada orang lain.

Rasisme akan menjadi penyakit yang menggerogoti dan menghancurkan filosofi NKRI. Sejarah dunia di masa lalu menunjukkan bahwa rasisme membawa malapetaka yang bisa menghancurkan dunia melalui perang terbuka.
Rezim Nazi Jerman di bawah Hitler adalah contoh yang paling nyata. Hitler percaya bahwa ras bangsa Aria adalah ras terbaik dan paling unggul di dunia. Karena itu bangsa Aria harus menjadi penguasa tunggal di Jerman dan ras lain yang inferior harus disingkirkan dan bahkan dihancurkan.

BACA JUGA  AVC Women's Volleyball Nations Cup 2026

Hitler merumuskan filosofi ini dalam “Mein Kampf” yang kemudian diimplementasikannya menjadi kebijakan ketika menjadi kanselir Jerman pada 1933. Yang pertama dilakukan adalah menghancurkan bangsa Yahudi yang dianggap ras inferior, hina dina, yang harus ditumpas.

Rasisme Hitler membawa bencana yang mengerikan. Ia memperkenalkan kebijakan “Final Solution”, keputusan terakhir,  yaitu memusnahkan ras Yahudi supaya tidak ada lagi yang tersisa di bumi. Sangat sulit memastikan jumlah korban Holocaust oleh Hitler. Ada yang menyebut sampai enam juta, tapi, tentu saja, ada juga yang tidak yakin bahwa Holocaust benar-benar telah terjadi. Yang jelas, faktanya, jutaan orang telah menjadi korban selama Hitler berkuasa dan selama Perang Dunia Kedua 1943-1945.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.