Pemusnahan terhadap ras Yahudi oleh Hitler dilakukan dengan berbagai kekejaman yang sulit diterima akal sehat. Pembunuhan masal dengan memasukkan puluhan ribu orang ke kamar gas adalah cara pembunuhan yang paling banyak dilakukan. Puluhan ribu orang mati kelaparan dan kedinginan di kamp-kamp penahanan. Puluhan ribu orang mati karena euthanasia, disuntik mati dengan zat kimia beracun.
Di zaman modern rasisme yang membawa dampak kehancuran yang mengerikan terjadi di negara-negara Balkan bekas Yugoslavia pada awal 1990-an. Aksi Ethnic Cleansing, pemusnahan etnis, dilakukan oleh ekstremis rasis dari Serbia dan Kroasia terhadap ras muslim Bosnia. Slobodan Milosovic dan Radovan Karadzic adalah hitler-hitler yang muncul di zaman modern dengan berbekal politik rasis yang kejam.
Sedikitnya 50 ribu orang muslim Bosnia menjadi korban kejahatan rasisme. Warga sipil yang tak berdaya menjadi korban pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, dan kelaparan masal.
Ras Kroasia dan Serbia merasa lebih superior dibanding ras muslim Bosnia yang dianggap sebagai ras inferior yang layak dihancurkan. Negara Serbia Raya sebagai ganti Yugoslavia akan didirikan dan ras muslim Bosnia harus disingkirkan.
BACA JUGA: Sulaiman Al-Rajhi
Korban rasialisme yang paling menyedihkan dialami oleh bangsa Palestina yang sampai sekarang masih dijajah oleh Yahudi Israel di negerinya sendiri. Inilah ironi dan tragedi rasisme yang paling dahsyat di dunia. Bangsa Yahudi merasa menjadi korban politik rasisme Nazi Jerman yang mengerikan. Namun, ternyata, sekarang bangsa Yahudi melakukan hal yang sama terhadap bangsa Palestina.
Rasialisme masih menjadi problem besar di seluruh dunia. Bahkan di Amerika pun rasialisme menjadi api dalam sekam yang setiap saat bisa meledak menjadi kerusuhan masal bersarah. Kerusuhan sosial di Amerika sepanjang 2020 sejak kematian George Floyd sampai penyerbuan Capitol Hill oleh massa adalah buah dari rasisme yang masih mencengkeram kuat budaya bangsa Amerika.
Di Indonesia hal yang sama bisa terjadi. Keruntuhan yang dialami oleh Yugoslavia bisa saja terjadi di Indonesia. Kerusuhan sosial luas seperti di Amerika juga sangat mungkin terjadi kalau kita membiarkan rasisme meluas.
Aparat kemanan sudah waktunya memberi perhatian yang lebih serius terhadap rasisme. Orang-orang yang mengolok-olok Anies Baswedan dan Tsamara Amany dengan menyebut ‘’orang Yaman’’ harus segera ditindak dan dihukum supaya mereka segera sadar akan kepandiran dan ketololannya. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi