Senin, 1 Juni 2026, pukul : 20:31 WIB
Surabaya
--°C

Sulaiman Al-Rajhi

Tentu tidak berarti Buffet menelantarkan anak-anaknya. Mereka semua sudah aman dengan investasi di yayasan yang didirikan atas nama mereka dengan modal yayasan dari Buffet senilai USD 2 miliar. Buffet belajar dari dinasti orang-orang sultan di seluruh dunia yang akhirnya hartanya habis untuk rebutan ahli waris.

Buffet hidup sangat sederhana. Tidak ada mobil-mobil supermewah di garasinya. Ia masih suka naik kendaraan umum dan memilih kelas ekonomi ketika terbang. Beda sekali gaya hidupnya dari crazy rich Indonesia yang suka naik pesawat pribadi tapi ternyata palsu hasil pinjaman.

BACA JUGA: Anies dan Jokowi

Hidup sederhana dan zuhud dijalani juga oleh Sulaiman Al-Rajhi. Di usianya yang sudah 93 tahun ia memilih menyumbangkan seluruh hartanya termasuk uang tunai, saham, dan propertinya. Semasa muda ia hidup miskin sampai harus menjadi kuli panggul. Sekarang, ketika semua kekayaan sudah bisa dia dapatkan dengan kerja keras ia malah ingin menyumbangkan semuanya.

BACA JUGA  Sabet Golden Ticket Unesa dan Tembus Skuad Uber Cup 2026, Thalita Ramadhani Berkilau di Jalur Prestasi Dunia dan Akademik

Al-Rajhi lebih memilih mati sebagai orang melarat ketimbang harus meninggalkan harta bertumpuk yang menjadi rebutan ahli waris. Ia pernah melarat dan tidak takut mati melarat. Ia tidak sempat mengenyam pendidikan lebih tinggi dari sekolah dasar karena kemiskinan, karena itu dia ingin menyumbangkan hartanya kepada orang miskin supaya bisa sekolah.

Sejak usia 9 tahun dia sudah bekerja sebagai kuli angkut barang belanjaan para pengunjung pasar Al Khadra Riyadh. Ketika berusia 12 tahun Al-Rajhi bekerja sebagai pengumpul kurma. Ia harus tidur tanpa tikar dan tidak punya baju lain untuk ganti.

BACA JUGA: Macron

Kemudian ia  mendapatkan pekerjaan sebagai koki di salah satu hotel di Riyadh dan menyambi menjadi penjual minyak. Ketekunannya menabung membuatnya punya cukup modal untuk membuka toko kelontong sendiri.

BACA JUGA  Kilau Renang Artistik: Subandi Anugerahkan Penghargaan Tertinggi untuk Aulia dan Gendhis di Hari Lahir Pancasila

Peruntungannya semakin membaik. Ia kemudian bekerja di perusahaan pertukaran mata uang milik saudaranya, Saleh Al Rajhi. Setelah cukup memahami bisnis pertukaran uang Sulaiman membuka perusahaan pertukaran mata uang miliknya sendiri pada 1970.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.