Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 28 Apr 2022 10:01 WIB ·

Andai Bulan Bisa Ngomong


					Pixabay.com/surgull01 Perbesar

Pixabay.com/surgull01

KEMPALAN: Ada awal ada akhir. Ada suka ada duka. Ada pula tangis bahagia. Begitulah potret perjalanan suasana hati sepanjang menjelang awal hingga akhir Ramadhan. Di awali dengan kegembiraan karena menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, sambil membayangkan indahnya hidup dengan berbagai limpahan karunia kenikmatan, keberkahan dan ampunan yang sudah dijanjikan Gusti Allah SWT bagi yang terpanggil melaksanakannya.

Puasa Ramadhan termasuk satu di antara rukun Islam. Puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam selama ini. Banyak amalan premium yang bisa dilakukan seorang Muslim pada bulan Ramadhan. Amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Setiap amalan di bulan puasa menyediakan berkah dan pahala yang berlipat ganda dibandingkan dengan pahala di hari-hari lainnya.

Kadangkala kita meremehkan nilai suatu amalan karena menganggap begitu mudah dan murahnya untuk dilakukan. Menyegerakan berbuka, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga lisan dan bersedekah, merupakan amalan-amalan ringan yang banyak mendatangkan pahala. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Tirmidzi No. 807).

Betapa welas asihnya Allah Azza Wajalla pada hamba-Nya terutama di bulan Ramadhan ini. Allah SWT menjanjikan pahala dan ampunan yang sempurna. Selain itu Allah SWT menghadiahi hamba-Nya dengan satu malam yang di sebut dengan Lailatulqadar atau Lailat Al-Qadar, malam Kemuliaan, malam permulaan diturunkanya Al-Qur’an, malam yang digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (QS. Al-Qadr ayat 4-5).

Puasa Ramadhan dilaksanakan oleh umat Muslim berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ingat !! hanya orang-orang yang beriman saja yang dipanggil dan diwajibkan berpuasa. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk umat Islam memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

Allah SWT berfirman dalam Hadist Qudsi yang artinya, “Setiap kebaikan yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya kepada orang-orang yang telah menahan syahwat, makan, dan minum karena-Ku.”

Bulan Ramadhan memang amazing. Begitu terasa indah dan menakjubkan bagi siapa saja yang mampu istiqamah menjalaninya dengan baik dan benar. Allah SWT sendiri yang akan memberikan balasannya dengan hitungan tak terhingga karena hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Subhanallah.

Hari demi hari selama 30 hari, Ramadhan penuh hikmah dan keutamaan. Pada awal malam Ramadhan, Allah SWT mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan. Meninggikan beribu-ribu derajat, membangun lima puluh ribu kota di surga untuk orang yang berpuasa.

Keutamaan hari kedua puasa Ramadhan adalah Allah SWT mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa, seperti mencatat puasa kita seperti satu tahun. Keutamaan hari ke 29, Allah SWT memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat Menara putih, dan terakhir di hari ke 30 Allah SWT mencatat bagi kalian pahala setiap hari. Bagian keutamaan ini dikutip dari Kitab Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah karya Syekh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Menjelang hari-hari terakhir Ramadhan kali ini, Andai saja bulan bisa ngomong, kira-kira apa yang akan ia katakan tentang apa yang sudah ia lihat? rahasia apa yang akan ia ungkapkan tentang manusia dan perilakunya selama Ramadhan ini ? Adakah kita sudah bisa menjalaninya dengan baik sesuai tuntunan-Nya atau malah kita berbuat dan melangkah menjauh dari ridho dan ampunan-Nya?

Ya Allah. Ketika Ramadhan tahun ini sudah sampai pada ujung harinya, pinta kami tolong sampaikanlah kami pada Ramadhan tahun berikutnya. Allahumma Bariklanaa fi Rojaba wa sya’ban wa ballighnaa Ramadhan. (*)

Editor: DAD

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oligarki Digital dan Zombie Metaverse

18 Mei 2022 - 06:44 WIB

Untung Ada Vina Panduwinata & Reza Artamevia Menemani Keliling Melbourne

17 Mei 2022 - 20:06 WIB

Kunci Ketenangan

17 Mei 2022 - 07:50 WIB

Demo Mahasiswa dan Reproklamasi Republik

15 Mei 2022 - 07:43 WIB

Oligarki Merampas Masa Depan Mahasiswa

14 Mei 2022 - 09:38 WIB

Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok

12 Mei 2022 - 10:46 WIB

Trending di kempalanalisis