Komentari Kegagalan Timnas, Pelatih Persib: Striker Sulit Berkembang di Indonesia

waktu baca 2 menit
Pelatih Persib, Bojan Hodak (*)

KEMPALAN: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memberikan komentarnya terkait kegagalan timnas Indonesia melaju ke babak 8 besar Piala Asia 2023. Bojan menyebut bahwa negara-negara di Asia memang punya permasalahan dalam mengambangkan pemain muda.

Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos ke babak 16 Besar Piala Asia 2023. Pasukan Garuda kalah dari Australia dengan skor telak 4-0. 

Meski kalah, Indonesia sebenarnya bermain cukup baik dan mampu menciptakan beberapa peluang. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol. 

Menanggapi permasalahan tersebut, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menyebutkan bahwa kelemahan Timnas disebabkan karena Indonesia tak punya kompetisi untuk kelompok usia muda. 

Oleh karena itu, Bojan berkata bahwa tim-tim BRI Liga 1 juga harus bertanggung jawab membantu Indonesia mengembangkan pemain muda. 

“Menurut saya ini adalah masalah di seluruh Asia terkait pengembangan pemain muda karena tidak punya liga kelompok usia yang kuat,” jelas Bojan Hodak. 

“Jadi ini masalah bagi sebagian besar negara di Asia, bukan hanya di Asia Tenggara. Karena itu kenapa striker sulit berkembang, karena baru mulai bertanding di level kompetitif sangat terlambat,” tambahnya. 

Walau demikian, pelatih berpaspor Kroasia ini juga mengakui bahwa beberapa striker muda lokal Timnas Indonesia juga sudah cukup bagus, salah satunya Ramadhan Sananta.

“Sananta menurut saya bagus, top, masih muda, dan masih bisa terus berkembang. Kami juga mempunyai beberapa pemain seperti Ryan Kurnia di posisi tersebut, Ferdiansyah juga terus berkembang,” tutur Bojan.

“Jadi Indonesia selalu punya striker muda yang bagus. Masalahnya adalah di seantero Asia, strikernya adalah pemain asing,” tambah mantan pelatih PSM Makassar itu.

Sementara terkait pemecatan Shin Tae-yong dari posisi pelatih kepala Timnas Indonesia. Bojan enggan menanggapi dan berkata bahwa semua keputusan tergantung kepada Shin Tae-yong sendiri. 

“Tanya kepada ketua PSSI saja, bukan pada saya. Menurut saya, itu tergantung pada pelatih Korea Selatan tersebut, dia mau atau tidak bertahan. Ini tergantung padanya,” tutup Bojan.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *