Menu

Mode Gelap

kempalanews · 28 Apr 2022 10:20 WIB ·

Dugaan Kasus Suap Ade Yasin, Demi Laporan Keuangan WTP


					Bupati Bogor Ade Yasin. (Humas Pemkab Bogor) Perbesar

Bupati Bogor Ade Yasin. (Humas Pemkab Bogor)

JAKARTA-KEMPALAN: Ade Yasin, Bupati Bogor diduga menyodorkan uang mingguan kepada anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat demi melakukan audit pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Melansir Kompas, hal tersebut dilakukan bertujuan untuk melaporkan keuangan Pemkab Bogor agar dapat meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Uang tersebut diberikan Ade melalui Kasubid Kas Daerah BPKAD Bogor Ihsan Ayatullah dan Sekdis PUPR Bogor Maulana Adam.

Adapun hal informasi di atas disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri ketika jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta pada Kamis (28/4).

“AY (Ade Yasin) selaku Bupati Kabupaten Bogor periode 2018-2023 berkeinginan agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat WTP untuk tahun anggaran 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari Suara.

Ia menjelaskan kronologi dimana awalnya tim pemeriksa BPK Jabar, BPK Jabar yakni Kasub Auditorat Jabar III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar Anthon Merdiansyah, Ketua Tim Audit Interim BPK Kabupaten Bogor Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah, Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, dan Winda Rizmayani ditugaskan sepenuhnya mengaudit berbagai pelaksanaan proyek di antaranya pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Lalu kisaran Januari 2022, diduga ada kesepakatan pemberian sejumlah uang antara Hendra Nur dengan Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah dan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam dengan tujuan mengondisikan susunan tim audit interim.

Firli mengatakan, Ade Yasin menerima laporan Ihsan bahwa laporan keuangan Pemkab Bogor ialah jelek jika diaudit BPK dan akan berakibat opini disclaimer. Maka dari itu, Bupati Bogor itu merespon dengan mengatakan agar laporan tersebut diusahakan agar WTP.

“Sebagai realisasi kesepakatan IA (Ihsan) dan MA (Maulana) diduga memberikan uang sekitar Rp 100 juta dalam bentuk tunai kepada ATM (Kasub Auditorat Jabar III BPK Jabar Anthon Merdiansyah) di salah satu tempat di Bandung,” ucap Firli.

Ada delapan tersangka yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat selama dua hari, yakni Selasa (26/4) malam dan Rabu (27/4) pagi. Dalam penangkapan itu, Firli mengatakan, KPK mengamankan bukti uang sebesar Rp.1,024 miliar. (Kompas/Suara, Reza Hikam)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita Atas Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalan Tol Mojokerto-Surabaya KM 712

17 Mei 2022 - 06:15 WIB

Jenguk Korban Korban Laka Lantas Tol Sumo di Sejumlah RS, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penanganan Terbaik

16 Mei 2022 - 19:47 WIB

Pemkot Surabaya Kirim Ambulans untuk Pemulangan Jenazah Korban Laka Lantas Tol Sumo

16 Mei 2022 - 19:42 WIB

Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Periode 2022-2027

16 Mei 2022 - 19:27 WIB

Gus Muhdlor: BUMDes Bisa Bangkitkan Perekonomian Desa

16 Mei 2022 - 19:20 WIB

Gus Muhdlor Beri Motivasi Santri Darul Ulum Jombang Asal Sidoarjo di Pendopo

16 Mei 2022 - 18:11 WIB

Trending di kempalanews