Anggota Partai Pengemis terdiri atas para fakir miskin yang menggantungkan hidupnya dari belas kasih orang lain. Sebagaimana partai lain, mereka punya atribut yang dikenakan sebagai kostum khas, yaitu baju lusuh yang penuh dengan tambalan, tongkat kayu seukuran tinggi badan, dan wadah mangkuk kecil untuk meminta-minta, dan sekaligus dipakai juga untuk wadah makan.
Karena tidak bergerak di dunia politik, para pengemis yang bergabung di partai ini tidak mempunyai motivasi untuk meraih jabatan tertentu di pemerintahan. Partai ini hanya menjadi media untuk silaturahmi dan konsolidasi.
BACA JUGA: Bapak Tiga Periode
Jika ada pengemis yang dianiaya oleh orang luar partai, pengemis yang lain wajib membela. Sesama anggota partai, para pengemis punya solidaritas yang tinggi dan sesame anggta menganggap sebagai saudara.
Capaian tertinggi anggota partai adalah mewarisi jurus pamungkas yang dikuasai pucuk pimpinan partai yaitu jurus tongkat pemukul anjing. Jurus ini tidak sembarangan. Karena dianggap jurus ampuh yang rahasia, hanya elite partai saja yang berhak mempelajari dan menguasainya.
Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia pernah ada kelompok yang hampir sama dengan kelompok Kaipang ini. Bedanya kelompok itu benar-benar bergerak di ranah politik. Pada 1919 di Semarang sekelompok orang miskin yang terdiri dari buruh dan pengangguran membentuk Sarekat Kere.
Organisasi ini dibentuk oleh beberapa pimpinan Serikat Islam dengan misi menghimpun orang-orang yang sangat miskin dan tidak punya harta. Mereka datang dari berbagai kalangan suku dan ras.
BACA JUGA: Cak Imin
Dari Sarekat Kere inilah dihimpun gembel-gembel, baik pribumi maupun keturunan. Mereka berkumpul secara berkala dan mendapatkan pendidikan politik dan dilatih untuk memahami isu-isu sosial. Karena organisasi ini didirikan oleh para gembel maka anggotanya pun terdiri atas para gembel yang miskin. Para pengurus pengurusnya pun dari kalangan gelandangan dan gembel.
Organisasi ini muncul dari sayap radikal Sarekat Islam. Karena mereka dilatih untuk melakukan gerakan radikal maka partai ini sangat ditakuti oleh penguasa dan para tuan tanah. Sarekat Kere bisa dengan mudah mengorganisasikan demontrasi atau gerakan mogok dan boikot. Sarekat Kere melakukan gerakan mirip gerakan buruh modern zaman sekarang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi