Sarekat Kere membuat Sarekat Islam lambat laun menjadi lebih berhaluan kiri. Muncul dikotomi SI merah dan SI putih. Selang beberapa tahun setelah kelahirannya, SI di kota Semarang ini bahkan bertransformasi menjadi Partai Komunis. Partai ini adalah partai komunis terbesar dan pertama di Asia. Partai ini pula yang menjadi embrio Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tahun-tahun berikutnya, berpuluh partai politik lahir. Partai pada masa-masa itu lahir sebagai media konsolidasi dan perlawanan terhadap penguasa kolonial. Meski berbeda ideologi dan platform, namun partai-partai itu sama-sama punya peranan penting di pergerakan menuju kemerdekaan.
BACA JUGA: Semangat AA
Ada partai yang kooperatif dengan kolonial, adapula yang memilih jalan konfrontasi. Para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan lain-lain, juga punya jalan pergerakan masing-masing dengan mendirikan bermacam-mavam partai.
Sejauh itu hanya Sarekat Kere yang secara khusus mendeklarasikan diri sebagai partai khusus orang miskin, pengemis, dan gelandangan. Setelah masa kemerdekaan, dan kemudian di era partai bebas setelah reformasi puluhan partai politik bermunculan. Hampir semuanya mengklaim sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan wong cilik.
Partai-partai baru itu umumnya didirikan oleh orang-orang kaya dari kalangan taipan, konglomerat, dan oligark politik. Mereka tidak pernah merasakan secara langsung hidup sebagai kaipang atau gembel, tapi dalam pidato-pidatonya yang penuh retorika selalu mengklaim sebagai partai wong cilik.
Di antara puluhan partai yang berharap akan berkompetisi pada 2024 nanti ada partai-partai pinggiran yang tidak punya modal dan hanya berbekal idealisme perjuangan saja. Partai Buruh pimpinan Said Iqbal bisa dimasukkan dalam kategori ini.
BACA JUGA: Mlungsungi
Ada juga partai yang mendapat kucuran dana dari taipan dalam jumlah besar sehingga mempunyai fasilitas dan biaya operasional yang lebih dari cukup untuk menjalankan operasionalisasi partai.
Ada juga partai yang tiba-tiba muncul dan sudah mengantongi izin dari pemerintah. Partai Mahasiswa mengagetkan banyak orang karena muncul dengan mengklaim sebagai partai mahasiswa. Tokoh-tokoh gerakan mahasiswa mengecam partai ini dan menganggapnya sebagai partai siluman.
Di antara puluhan partai itu belum ada yang menyebut diri Partai Kaipang ala Guo Jing yang beranggotakan pengemis dan gelandangan. Tapi, dalam praktiknya di antara partai-partai itu banyak yang menjadi partai kaipang dalam artian harfiah menjadi partai pengemis.
Partai kaipang ini dibentuk asal-asalan yang penting lolos verifikasi lalu dapat anggaran dari negara. Ada juga partai kaipang yang didirikan oleh penguasa untuk memecah gerakan opsisi seperti gerakan mahasiswa.
Partai semacam ini layak disebut sebagai partai pengemis atau partai gembel yang sesungguhnya. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi