OLEH: Adib Muzammil
KEMPALAN: Zuhud bukanlah kata atau istilah yang asing bagi kalangan Muslimin-muslimat diseluruh dunia. Bukan pula sesuatu hal yang aneh yang patut dibenci, dicurigai dan ditinggalkan. Banyak orang yang mendambakan hidup menjadi seorang yang Zuhud. Hidup Zuhud merupakan impian dan motifasi yang besar untuk hidup benar. Hal ini terutama dirasakan oleh mereka yang mendalami agama Islam dan melaksanakan ajarannya dengan baik dan benar.
Zuhud memiliki posisi paling utama setelah bertakwa kepada Allah SWT. Pasalnya zuhud menjadikan seseorang mencintai Allah SWT dengan segenap hatinnya. Adapun tanda sifat zuhud pada manusia antara lain adalah tidak adanya rasa tamak pada harta orang lain, justru suka memberi kepada orang lain.
Bersikap zuhud bukan berarti membenci harta dan menjalani laku hidup kekurangan, melainkan tidak terlena terhadap kehidupan dunia. Melihat kehidupan dunia dari sudut pandang hina dan godaan yang bisa membahayakan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Jika dilihat secara kasat mata, pengertian zuhud adalah praktik yang tidak memerlukan harta kekayaan di dunia.
BACA JUGA: Bacalah…
Lalu benda apakah itu Zuhud ? Berasal dari Bahasa Arab yang artinya tidak ingin terhadap sesuatu atau meninggalkannya. Dikutip dari buku Ensiklopedi Islam disebutkan bahwa pengertian Zuhud adalah meninggalkan kemewahan duniawi dengan mengharap kebahagiaan akhirat untuk memperoleh ridha Allah SWT.
Menurut Imam Junaidi, zuhud adalah menganggap kecil dunia dan menghapus pengaruhnya di hati. Imam Sulaiman Ad-Darani mengatakan zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang menyibukkan seseorang dari Allah. Imam Sufyan Ats-Tsauri mengatakan zuhud dunia adalah terbatasnya angan-angan. Bisa disimpulkan , pengertian zuhud adalah keputusan melupakan dunia untuk mencintai Allah SWT saja.
BACA JUGA: Ramadhan Lagi
Orang yang bersikap zuhud adalah mereka yang hanya fokus pada kepentingan akhirat atau surgawinya. Meskipun menurut beberapa pendapat juga menyebutkan, zuhud bukan berarti melupakan dunia. Orang yang zuhud hanya mencari harta seperlunya, asal cukup untuk bertahan hidup di dunia.
Hakikat zuhud adalah mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik. Sedangkan, praktisnya zuhud adalah hilangnya hubungan hati dengan harta dan tidak harus kehilangan harta. Rasulullah SAW bersabda, “Zuhudilah apa yang ada di sisi manusia, maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudilah apa yang ada di sisi manusia, maka manusia akan mencintaimu.” (HR. Ibn Majah).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi