Menu

Mode Gelap

Kempalankuliner · 23 Apr 2022 08:26 WIB ·

Panna Cotta, Si Manis Lembut yang Lumer di Lidah


					Panna cotta, sajian segar satu ini kini jadi menu penutup mulut kekinian yang jadi favorit di berbagai resto dan hotel berbintang. Perbesar

Panna cotta, sajian segar satu ini kini jadi menu penutup mulut kekinian yang jadi favorit di berbagai resto dan hotel berbintang.

KEMPALAN: Panna cotta, sajian segar satu ini kini jadi menu penutup mulut kekinian yang jadi favorit di berbagai resto dan hotel berbintang. Bentuknya mirip puding, namun teksturnya lebih lembut, creamy, dan akan langung melted alias meleleh di lidah. Membuatnya pun mudah dan praktis. Manis dan segar untuk sajian buka puasa.

Panna Cotta adalah dessert yang berasal dari Italia. Berasal dari dua kata yakni panna yang berarti krim dan cotta yang berarti masak. Jadi panna cotta artinya krim yang dimasak. Ada versi yang menyebutkan jika krim lembut ini pertama kali merupakan kreasi dari seorang wanita Hungaria pada awal abad ke 20.

Namun yang jelas, baru pada era 1990 an panna cotta ini muncul sebagai menu dessert di berbagai resto premium di Amerika Serikat. Dan segera menjadi terkenal dan disukai semua kalangan.

Bahan dasar membuat panna cotta adalah gula, krim, dan gelatin. Gelatin inilah yang menjadi ciri khas panna cotta yang teksturnya harus sangat lembut dan lumer di mulut. Bahan itu juga yang membuat panna cotta terasa lebih lembut dibanding puding.

Panna cotta, sajian segar satu ini kini jadi menu penutup mulut kekinian yang jadi favorit di berbagai resto dan hotel berbintang.

Puding biasanya terbuat dari telur, tepung maizena atau bubuk agar-agar sebagai pengental. Namun panna cotta menggunakan gelatin. Pilihan produk gelatin yang halal saat ini banyak tersedia.

Cara memasaknya juga berbeda. Biasanya bahan membuat puding dimasak sekaligus di atas kompor. Lalu, menuangkan adonan puding ke dalam cetakan dan menunggunya hingga memadat.

Kalau panna cotta cara memasaknya adalah dengan merebus krim, susu, dan gula di atas api kecil hingga mendidih. Angkat, dan biarkan uap panasnya hilang. Tuang gelatin bubuk atau cair ke dalam adonan, dan aduk rata. Baru dimasukkan ke dalam gelas saji.

Karena teksturnya yang sangat lembut, panna cotta biasanya disajikan di dalam gelas kecil dan dimakan langsung dengan sendok. Panna cotta biasa disajikan dingin.

Yang membuat panna cotta menjadi sajian hits yaitu betapa banyaknya kreasi yang bisa dilakukan sebagai topping sajian ini. Yang paling banyak digunakan yaitu buah-buahan berwarna segar seperti strawberry, mangga, kiwi, blueberry, jeruk, dan lainnya.

Namun, panna cotta juga sering tampil dengan remahan cookies, maupun hiasan whipping cream. Banyak resep menambahkan beberapa bahan yang membuat panna cotta menjadi lebih lezat. Dari yogurt, kopi, cokelat, sampai pure buah.

Namun jika ingin menyajikan panna cotta di sabuah piring saji, ada tips untuk mengeluarkannya dari gelas saji dengan mempertahankan bentuknya. Yaitu dengan mencelupkan selama tiga detik gelas saji dalam wadah berisikan air panas. Balik gelas saji di atas piring dan tuang panna cotta hingga bisa berdiri sendiri. Setelah panna cotta berpindah ke piring secara utuh, silakan menghiasinya dengan beragam topping yang cantik. Atau juga menyiramnya dengan berbagai saus rasa buah tropis yang lezat.

Selain mudah dibuat, panna cotta juga sangat serba guna. Secara alami, panna cotta merupakan sajian bebas gluten dan bebas telur. Sedikit memodifikasi resepnya akan bisa menjadikannya sajian yang bebas susu. Ini membuat panna cotta juga bisa menjadi hidangan buat para vegan maupun orang-orang yang memiliki alergi.

Mungkin satu-satunya tantangan dalam membuat panna cotta adalah memastikan campurannya tercampur dengan baik.  Perhatikan kualitas gelatin yang digunakan, juga produk susunya. Hanya saja, pastikan panna cotta tidak kenyal. Teksturnya harus benar-benar lembut ya…(*)

 Panna Cotta

 Bahan

Panna cotta, sajian segar satu ini kini jadi menu penutup mulut kekinian yang jadi favorit di berbagai resto dan hotel berbintang.

1/4 cangkir (60 ml) air dingin atau susu

1/4 sendok teh (7 g) gelatin bubuk

2 cangkir (480 ml) krim kental

1/4 cangkir (50 g ) gula pasir

1/2 biji vanili, belah dan buang bijinya, atau 1 sendok teh ekstrak vanili murni

 Cara membuat

Tempatkan air dalam mangkuk kecil dan taburkan gelatin di atas permukaan dalam satu lapisan. Pastikan untuk tidak menumpuknya karena akan mencegah kristal larut dengan benar. Diamkan selama 5-10 menit hingga melunak.

Sementara itu, dalam panci berukuran sedang, panaskan krim, gula pasir, vanilla, dan biji vanili dengan api sedang, didihkan hingga gula larut. Angkat dari api.

Masukkan gelatin dan segera kocok hingga rata dan larut. Jika gelatin belum larut sepenuhnya, kembalikan panci ke kompor dan panaskan perlahan dengan api kecil. Aduk terus dan jangan biarkan campuran mendidih.

Tuang krim ke dalam 4 gelas saji individu. Dinginkan setidaknya selama 2 – 4 jam, atau sampai benar-benar mengeras.

Jika Anda suka, taburi dengan buah segar, beri, saus beri, atau lemon.

Panna cotta dapat ditutup dengan bungkus plastik dan didinginkan hingga 3 hari.

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mahkamah Pidana Internasional Kirim Tim untuk Investigasi Tindakan Rusia di Ukraina

18 Mei 2022 - 11:34 WIB

Ilustrasi Mahkamah Pidana Internasional-TImesofIsrael

Rujak Uleg Digelar Malam Hari, Jadi Momentum Hidupkan Kota Tua di Surabaya Utara

17 Mei 2022 - 18:17 WIB

Dijamu Makan Pemegang Kunci Kabah, LaNyalla Didoakan Bermanfaat Bagi Indonesia

17 Mei 2022 - 06:45 WIB

Salat Dhuhur dan Jadi Imam di Masjid Seharga 85 Miliar

14 Mei 2022 - 15:22 WIB

Halal Bihalal, Kader PDIP Surabaya Rapat Sambil Nikmati Ketupat Sayur Lodeh

10 Mei 2022 - 05:55 WIB

Ini Menu yang Harus Ada Bagi Wali Kota Eri Pada Saat Momen Lebaran, Favoritmu Apa?

4 Mei 2022 - 17:50 WIB

Trending di Kempalankuliner