GRESIK –KEMPALAN : Sejak Proliga di gelar pada tahun 2002, nama Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) selalu identik dengan konsistensi sebagai “pabrik” pemain bintang timnas. Namun, di balik kemegahannya, terselip satu lubang besar dalam lemari trofi mereka: gelar juara Proliga. Setelah enam kali hanya puas sebagai runner-up, tim milik BUMN Petrokimia Gresik ini kini bertekad menghapus sejarah kelam tersebut di musim 2026.
Langkah konkret diambil manajemen dengan mendatangkan Alessandro Lodi, pelatih bertangan dingin asal Italia. Kehadiran Lodi bukan sekadar pelengkap; ia membawa filosofi voli modern Eropa yang mengandalkan kolektivitas dan disiplin tinggi. “Tuah” pelatih asing ini diharapkan menjadi kunci untuk memutus dominasi tim-tim besar lainnya dan mengubah status spesialis posisi kedua menjadi penguasa takhta.
Hingga Januari 2026, strategi ini membuahkan hasil manis. Gresik Phonska Plus tampil impresif dan berhasil menyandang status Juara Putaran Pertama Proliga 2026 setelah menyapu bersih kemenangan tanpa terkalahkan.
Guna mendukung visi Alessandro Lodi, tim diperkuat oleh perpaduan pemain timnas senior, talenta muda, serta dua pemain asing berkualitas dunia:
Pemain Asing: Oleksandra Bytsenko (Ukraina) dan Annie Mitchem (USA).
Pilar Lokal: Diperkuat nama-nama langganan timnas dan pemain andalan seperti Mediol Setiofany Yoku, Shella Bernadetha dan Ajeng Viona.
Secara teknis, Gresik Phonska Plus 2026 memiliki pertahanan yang jauh lebih solid dibandingkan musim-musim sebelumnya. Analisis menunjukkan bahwa: Keberhasilan menjuarai putaran pertama dengan mengalahkan tim kuat seperti Bandung BJB Tandamata, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN membuktikan mental mereka telah teruji.
Ketergantungan pada satu pemain bintang kini berkurang. Lodi berhasil membangun sistem di mana setiap posisi bisa menjadi mesin skor.
Pengalaman internasional Alessandro Lodi memberikan variasi serangan yang sulit dibaca lawan, sebuah aspek yang sering menjadi kelemahan Gresik di laga-laga final sebelumnya.
Akankah sejarah mencatat nama Gresik Phonska Plus sebagai juara baru di tahun 2026? Dengan performa yang “gak ada obat” di awal musim ini, peluang itu terbuka lebar.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi