LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Pembalap-pembalap yang akan bertanding dalam balapan World Superbike (WorldSBK) seri terakhir di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, sudah berdatangan.
Mereka sudah mulai mempersiapkan diri jelang balapan yang bakal berlangsung Minggu akhir pekan ini (21/11). Termasuk dua pembalap WorldSBK yang akan saling memperebutkan gelar di Mandalika, antara Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha with Brixx WorldSBK) dan Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team WorldSBK).
Toprak yang unggul 30 poin di atas Rea akan berusaha mempertahankan keunggulan poin dalam seri terakhir nanti. Toprak dengan koleksi 531 poin. Sementara itu, Rea baru mengumpulkan 301 poin.
Setelah sama-sama merasakan sensasi balapan di sirkuit Mandalika, keduanya pun sudah punya gambaran terkait dengan sirkuit tersebut dan efeknya bagi balapan akhir pekan ini. Toprak salah satunya.
Pembalap yang berkebangsaan Turki itu mengeluhkan panasnya suhu udara di Mandalika selama beberapa hari terakhir. ’’Cuacanya sangat panas. Namun, ini masih lebih baik ketimbang hujan,’’ ucap Toprak.
Akan tetapi, suhu udara bukanlah halangan bagi Toprak untuk makin menggila balapannya pada musim ini. Baginya ini jadi salah satu tantangan untuk merebut gelar juara WorldSBK untuk kali pertama.
Dia tetap fokus dengan balapan dan mencoba kembali memenangi balapan. ’’Ini yang terpenting bagiku. Gelar juara sudah dekat, tetapi saya akan melakukan yang terbaik akhir pekan ini,’’ koar pembalap 25 tahun itu.
Berbeda dengan Toprak, Rea pun langsung percaya diri menganggap motor Kawasaki ZX10-RR yang dia tunggangi lebih cocok dengan tipikal sirkuit Mandalika. Bukan Yamaha YZF-R1 milik Toprak.
’’Kami akan bekerja keras pada hari Jumat (19/11) dan menyempurnakan setting-an motor kami. Saya sudah merasakakan tekanan pada diri saya sudah hilang, dan saya bisa membalap dengan tanpa ada beban dan target yang jelas,’’ tutur Rea.

Situasinya yang berada di belakang Toprak menurut Rea juga mendukungnya. Dengan seperti itu maka justru Toprak-lah yang berada di bawah tekanan. Bukan Rea. ’’Posisisku bukanlah posisi yang terbaik, posisi underdog. Akan tetapi saya menikmatinya,’’ tegas pembalap berkebangsaan Inggris itu. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi