Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 07:41 WIB
Surabaya
--°C

Anies Membangkitkan Kembali Semangat Bandung

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Hari ini, 18 April mengingatkan kita kepada peristiwa 67 tahun lalu yang pernah terjadi di Bandung, adanya Konfrensi Asia Afrika.

Semangat Konferensi Asia Afrika adalah semangat untuk meletakkan kesetaraan dan keadilan antar bangsa. Semangat untuk mengumandangkan perdamaian tanpa berpihak pada blok-blok yang ada.

Semangat konfrensi ini bisa disebut sebagai semangat Bandung, karena didalam konfrensi ini jelas mengutuk praktik penjajahan dan imperialisme. Ada semangat untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan menuju perdamaian.

Semangat melawan penjajahan, imperialisme, menegakkan keadilan dan perdamaian adalah semangat yang diwarisi oleh Anies dari sang kakek Abdurrahman Baswedan, yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi pada tahun 2018.

BACA JUGA: Membaca Anies Melalui Gemerlap JIS

Perjuangan sang kakek pada masa kemerdekaan diakui oleh Bunga Karno sehingga mendapatkan pengakuan dari negara-negara Timur Tengah, utamanya Mesir.

Sejarawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta Baha’udin mengatakan, salah satu kontribusi AR (Abdurrahman) Baswedan adalah ketika bertandang ke Mesir. Tujuannya untuk mendapatkan pengakuan dari Mesir atas kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai. “Itu yang heroik. Karena surat pengakuan itu harus disembunyikan di dalam kaos kakinya,” kata Baha’udin kepada JawaPos.com, Jumat (9/11/2018 ).

ILUSTRASI: Mozaik Abdul Rahman Awad Baswedan. tirto.id/Nauval

Baswedan sengaja melipat dan menyimpan surat pengakuan kemerdekaan dari Mesir di kaos kaki untuk menghindari pemeriksaan di Singapura. “Itu ketika pulang dari Mesir. Saat itu semua kapal yang akan ke Hindia Belanda diperiksa ketat. Karena pada waktu itu, Belanda sedang memblokade Indonesia sebagai salah satu kebijakannya,” imbuhnya.

Blokade dilakukan Belanda dalam merespons kemerdekaan yang dilakukan pejuang-pejuang Indonesia. Semua kapal-kapal yang menuju ke Indonesia saat itu diperiksa dan digeledah. “Surat pengakuan dari Mesir itu sangat bersejarah,” katanya.

AR Baswedan juga sangat berkontribusi di Semarang, Jawa Tengah, pada 1934. Almarhum membentuk Persatuan Arab Indonesia (PAI). “Ini semacam sumpah pemudanya keturunan Arab di Indonesia. Di forum itu, AR Baswedan menyerukan bahwa tanah air keturunan Arab jangan lagi dihubungkan dengan asal-usulnya di Hadramaut, Yaman. Melainkan Indonesia. Untuk itu, PAI mendukung gerakan yang bertujuan untuk kemerdekaan.

BACA JUGA: Darah Juang Bangkit Melawan, Indonesia Baru Tanpa Luhut

Anies mewarisi semangat itu. Anies buktikan semangat itu di Jakarta, Anies dengan tegas menolak bernegoisasi dengan kekuatan oligarki yang mencengkram Jakarta dengan reklamasi. Anies batalkan semua perizinan yang dikeluarkan oleh Gubernur sebelumnya, Ahok.

Anies hadir di setiap kesulitan warganya, Anies mampu menjadi solusi atas kesulitan yang dihadapi oleh warganya.

Anies bukan dari bagian oligarki yang rela menggerogoti bumi pertiwi untuk ambisi kekuasaan yang menyengsarakan rakyat.

Anies adalah keturunan pahlawan, tak akan mungkin tega melukai perjuangan sang kakek dan para pendiri bangsa. Anies pasti akan menjaganya. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.