Topik identitas dan kaitannya dengan gelombang imigrasi yang dilakukan oleh orang-orang Afrika pada abad ke-20 ini tidak akan berhenti dibahas dan tetap akan menjadi isu yang sensitif. Hal tersebut bisa kembali terlihat saat Perancis menjuarai Piala Dunia 2018, dengan banyak tanggapan berbeda atas isu ‘siapa sebenarnya yang memenangkan Piala Dunia? Apakah Perancis atau Afrika?’ – mengingat ada hampir setengah dari skuad Les Bleus merupakan keturunan Afrika.
Media-media internasional pun juga melihat bahwasannya identitas sepakbola Perancis ini memang terletak besar pada imigran, dengan beberapa pemain bintang Perancis memang merupakan keturunan Afrika.
Identitas yang dipengaruhi dominan oleh migrasi ini kemudian menjadi pedang bermata dua, bisa dilihat sebagai ‘diversity’ atau keragaman yang merangkul perbedaan, namun di lain sisi bisa berubah menjadi suatu isu sensitif berkaitan dengan diskriminasi dan rasisme.
Namun secara positifnya, kita tahu bahwa performa sepakbola Perancis memang tidak bisa diragukan dan sangat kuat. Penuh pemain kelas dunia yang tentu mampu membawa dan berpotensi untuk kembali mengambil gelar Piala Dunia 2022.
Namun akankah kemudian isu identitas dan imigrasi ini akan menjadi topik hangat kembali saat Perancis hendak berlaga di Piala Dunia 2022 dan bagaimana hal ini berpengaruh pada performa mereka? Kita tunggu saja nanti saat Piala Dunia 2022 Qatar November mendatang.
*Editor: Muhamad Nurilham

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi