Bagi pemain keturunan Afrika itu sendiri, maka mereka mungkin mengalami dilema identitas atau bahkan banyak dari mereka menganggap mereka memiliki dua identitas.
Hal ini berkaitan dengan sense of belonging dari pemain-pemain ini yang mungkin tidak merasa ‘nyaman’ bermain di bawah bendera Perancis – yang notabene berkulit putih dan kaukasoid Eropa. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus rasisme, kasus tidak dihargainya pemain-pemain Perancis keturunan Eropa ini, baik di kancah domestik maupun saat bertanding di bawah bendera Perancis.
Seorang jurnalis Perancis, Rokhaya Diallo dalam artikelnya ‘On Football, identity, and ‘Frenchness’ yang dimuat dalam Aljazeera mengatakan bahwa banyak dari pemain ini mengalami diskriminasi dan tidak sedikit dari masyarakat Perancis yang mencibir mereka saat mereka kalah, menganggapnya kurang ‘Perancis’.
Dalam artikel tersebut juga disebutkan ada beberapa pemain yang seolah-olah menjadi target diskriminasi, dengan mengutarakan pendapat mereka jika mereka bermain kurang memuaskan, maka mereka adalah ‘Orang Afrika’, dan ketika menang baru diakui sebagai ‘Orang Perancis’.
Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat secara sosial, Perancis memiliki sangat banyak imigran-imigran dan salah satu penyumbang terbesar adalah berasal dari Afrika yang notabene mempunyai kulit yang gelap.
NEXT: Topik Identitas dan kaitannya…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi