KEMAPALAN: Perang Rusia vs Ukraina sudah berlangsung lebih dari sebulan, tidak ada tanda-tanda akan segera berhenti. Korban sudah banyak berjatuhan. Berbagai upaya damai sudah dilakukan tetapi hasilnya nihil. Yang terjadi malah eskalasi makin tinggi.
Opini dunia terbelah antara yang pro-Rusia dan yang membela Ukraina. Di Indonesia juga begitu. Opini masyarakat terbelah menjadi dua. Vladimir Putin, presiden Rusia, dipuji dan dibenci. Yang memuji menganggapnya sebagai pahlawan yang berani melawan Amerika. Yang mencaci Putin menganggapnya sebagai aggresor dan diktator.
Putin menjadi tokoh yang populer di Indonesia. Video pandek viral menggambarkan pasukan Rusia dalam jumlah besar dan bersenjata lengkap melakukan defile di depan Putin. Dalam pidatonya Putin mengatakan, ‘’Brazikowaz sinyom ilikipaidiede’’ (Sepestamu, Sehari Kemenangan Besar) yang kemudian diakhiri dengan teriakan ‘’Uraa’’. Ribuan prajurit Rusia kemudian menyambut teriakan Putin dengan gegap gempita, ‘’Uraa’’, berkali-kali dengan penuh semangat.
Kata Uraa yang diucapkan Putin membuat warganet Indonesia penasaran. Banyak yang menyebarkan video itu sehingga viral dimana-mana. Banyak pula yang mengedit video itu dan memberi narasi yang lucu. Salah satunya suara Putin diganti dengan bahasa Jawa ‘’Opo kowe setuju Jokowi telung periode..?’’ Pasukan menjawab ‘’Oraa’’. (apa kalian setuju Jokowi tiga periode?) Pasukan menjawab ‘’Oraa’’ (tidaak).
BACA JUGA: Madrasah
Kata Uraa dalam Bahasa Rusia mirip dengan ‘’hore’’ dalam Bahasa Indonesia. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menyatakan perasaan gembira dan berbahagia pada momen perayaan atau pesta. Kata Uraa ini juga memiliki maksud sebagai teriakan atau slogan penyemangat, khususnya di militer.
Ungkapan ini sering digunakan oleh orang-orang Rusia untuk membangkitkan semangat ketika melakukan berbagai hal, misalnya dalam pertandingan olahraga dan juga dalam pertempuran di medan perang. Ketika pasukan Rusia bisa mengusir pasukan Jerman dalam Perang Dunia II teriakan Uraa menjadi bagian dari selebrasi.
Teriakan semangat dalam perang juga dipunyai Bangsa Jepang. Teriakan ‘’Banzai’’ khas Jepang sekarang populer dan dikenal orang di seluruh dunia. Sama dengan ‘’Uraa’’ teriakan Banzai kali pertama muncul di medan perang.
BACA JUGA: Demo Masak
Berawal dari teriakan seorang jenderal untuk menyemangati prajuritnya. Pada Perang Dunia II, seorang jenderal Jepang memberi semangat kepada tentaranya sambil meneriakkan, “Tenno Heika Banzai” yang berarti “Hiduplah Kaisar Jepang”. Kata itu kemudian menjadi kata penyemangat militer Jepang.
Sejak saat itulah dalam setiap pertempuran tentara Jepang akan meneriakkan kata banzai. Selain sebagai penyemangat kata tersebut juga sebagai seruan yang membuat musuh gentar. Musuh akan merasa ketakutan bila melihat kekompakan tentara Jepang sambil meneriakkan kata tersebut, karena itu berarti mereka siap mati.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi