Tentara Jepang mempunyai semangat pantang menyerah dan pantang dipermalukan. Pada detik terakhir menjelang kekalahan tentara Jepang lebih memilih melakukan serangan ‘’Kamikaze Banzai’’, serangan gelombang manusia, atau human wave attack, untuk menghindari rasa malu karena kekalahan. Senjata gelombang manusia ini menyulitkan lawan, tetapi membawa korban jiwa manusia yang sangat besar
Teriakan banzai di era modern menjadi seruan penyemangat atau ekspresi kebahagiaan untuk meneriakkan dukungan. Dalam sebuah pertandingan olahraga suporter Jepang menyemangati tim yang sedang bertanding dengan teriakan banzai.
Teriakan ini juga menjadi penyemangat dalam kerja tim dalam suatu perusahaan. Bisa juga seorang guru meneriakkan banzai kepada muridnya agar semangat dalam belajar dan menyelesaikan ujiannya.
BACA JUGA: Dea OnlyFans
Dikenal memiliki semangat yang tinggi, orang Jepang mengucapkan kata tersebut dengan penuh tenaga dan penuh emosi. Dengan demikian bisa mempengaruhi setiap orang yang mendengarnya untuk bersemangat. Kata diucapkan sambil mengepalkan tangan kanan untuk mentransfer semangat kepada yang mendengarnya.
Cara lainnya untuk mengekspresikan kata tersebut adalah sambil bersulang, mengangkat gelas berisi minuman atau sake. Biasanya dilakukan oleh pimpinan tim dalam perusahaan untuk menyemangati tim supaya bisa mencapai target.
Dalam pergaulan sosial, seperti pernikahan, pihak keluarga dari kedua mempelai menyebutkan banzai kepada kedua mempelai sebagai ekspresi atau ungkapan kebahagiaan kepada kedua mempelai.
Sama dengan Bangsa Jepang, orang-orang Jerman juga dikenal punya semangat nasionalisme yang sangat tinggi. Nasionalisme yang kelewat tinggi itu memunculkan rezim fasisme yang akhirnya memantik perang dunia.
BACA JUGA: ‘’Terkun’’ Terawan
Bangsa Jerman mengalami pemerintahan fasisme di bawah Hitler yang sangat fanatik kepada ras Bangsa Arya. Orang Jerman terkenal dengan semboyan ‘’Ubber Alles’’ yang berarti Jerman unggul dari siapapun. Hal itu tercermin dalam bait lagu kebangsaan “Deutschland, Deutschland uber alles, uber alles in der welt” yang kalau diterjemahkan artinya, “Jerman, Jerman, di atas segalanya, di atas segalanya di dunia.”
Lagu itu digunakan sebagai propaganda Nazi. Lagu itu kemudian ditinggalkan setelah Perang Dunia II. Lagu Deutschlandlied masih tercatat sebagai lagu kebangsaan resmi Jerman tetapi bait pertama yang berbau Nazi dihilangkan.
Dalam perang puputan melawan Sekutu di Normandia pada 1945 Jerman terdesak. Amerika menurunkan pasukan payung melalui udara dengan pedaratan super heroik dalam sejarah perang modern. Tidak ada tempat bagi pasukan darat Amerika di Normandia, hanya satu cara untuk menempatkan pasukan daratnya, membuka jalan darat di Normandia melalui pasukan payungnya yang diterjunkan di medan pertempuran Normandia, lalu masuk pasukan daratnya 3.2 juta tentara melalui laut dan menjadi catatan sebagai yang terbesar dalam perang di dunia.
Peristiwa itu terjadi 6 Juni 1945 yang menjadi titik balik dari posisi unggul pasukan Jerman menjadi kekalahan dalam ekspasi militernya di Eropa. Jerman kalah dalam Perang Dunia II, tetapi Hitler membangkitkan semangat pantang menyerah Jerman melalui semboyan Jerman Uber Alles, Jerman di atas segalanya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi