Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 09:42 WIB
Surabaya
--°C

‘’Terkun’’ Terawan

KEMPALAN: Terawan Agus Putranto. Begitu seharusnya nama itu ditulis, tanpa embel-embel gelar dokter maupun dokter spesialis yang disandangnya selama ini. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) resmi memecat Terawan dari keanggotaan selama-lamamnya.

Ibarat vonis pengadilan keputusan ini seperti hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Dengan pemecatan itu Terawan tidak akan bisa lagi berkarir sebagai dokter. Semua izin praktiknya tidak akan lagi bisa diperpanjang.

Ini adalah ending perseteruan panjang Terawan dengan IDI. Dalam sejarah medis Indonesia sudah banyak bermunculan dokter-dokter kontroversial, tetapi belum pernah ada yang sekontroversial Terawan. Dulu pada dekade 1980-an semasa Orde Baru ada Dr Gunawan Simon yang dijuluki sebagai ‘’terkun’’ alias dokter dukun.

Ia bukan dokter spesialis, tetapi punya kemampuan istimewa menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan ramuan obat-obatannya yang khas. Tempat praktiknya di Bandung penuh oleh antrean pasien. IDI meragukan ramuan obat-obatan yang dibikin oleh Gunawan. Ada kecurigaan Gunawan tidak sekadar praktik sebagai dokter medis tapi juga menerapkan ilmu supranatural. Ia pun mendapat julukan sebagai terkun alias dokter dukun.

BACA JUGA: Jokowi dan Alim Markus

Namanya kondang dimana-mana. Zaman itu tidak ada viral. Tapi, semua media memberitakan namanya karena keberhasilannya dengan praktik unik itu. Bukan hanya orang-orang awam, rakyat jelata, yang mengantre di tempat praktiknya. Pejabat-pejabat tinggi negara datang berobat kepadanya, dan ternyata sembuh.

Salah satu kisah terjadi pada 1984 sebagaimana dilaporkan Majalah Tempo. Wakil Presiden Adam Malik yang menderita kanker level datang berobat ke klinik Gunawan. Adam Malik menderita kanker lever stadium empat yang sulit disembuhkan.

Sebagai wakil presiden Adam Malik memperoleh layanan kesehatan VVIP dari dokter kepresidenan dengan kualitas yang terpilih. Tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh. Wapres yang sering dijuluki sebagai ‘’Si Bung’’ ini sempat berobat ke sebuah rumah sakit kanker terkenal di London, Inggris.

BACA JUGA: Juragan99

Sebagai mantan menteri luar negeri Si Bung tentu punya koneksi luas di pergaulan internasional dan mendapat layanan istimewa dari rumah sakit itu. Setelah opname beberapa hari Si Bung kembali ke Indonesia, meskipun kondisinya belum benar-benar bugar.

Lima hari setiba di Indonesia kondisi tidak membaik. Si Bung sudah mendengar nama Gunawan Simon si terkun, dan kemudian berinisiatif datang ke kliniknya secara diam-diam. Pada sebuah sore Mei 1984, Si Bung dengan diantar oleh keponakannya bertolak menuju Jalan Bima 76 Bandung tempat praktik Gunawan Simon.

Malam itu, seperti biasanya, pasien antre mengular. Tapi, tidak ada yang tahu bahwa di bilik periksa kecil berukuran 3×2,5 meter itu Gunawan sedang memeriksa orang nomor dua di Indonesia. Setelah mengecek kondisi pasien Gunawan menawarkan metode terapi alternatif. Wapres Adam Malik mengangguk setuju.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.