Dua kali mengunjungi klinik Dr. Gunawan Simon kondisi Adam Malik membaik dengan sangat signifikan. Ia menjadi lebih bugar dan bisa bekerja kembali seperti sedia kala. Dua bulan pasca terapi Dr Gunawan kondisi Adam Malik semakin bugar.
Pada Agustus 1984 Adam Malik merasa fit dan segar sehingga oleh Pak Harto diizinkan untuk melakukan kunjungan kerja ke Hongkong dan Tokyo. Di Jepang Adam Malik berbicara kepada media massa dan dengan terbuka memuji kehebatan Dr Gunawan Simon.
BACA JUGA: Bang Toyib
Tetapi, naas tidak bisa ditolak. Pada September 1984 sebangun dari tidur Adam Malik merasa sesak nafas dan badannya lemas. Tim kesehatan Istana yang memberi pertolongan gagal menyelamatkannya. Adam Malik meninggal karena serangan jantung pada usia 67 tahun.
Dengan riwayat kesehatan yang banyak mengalami kompleksitas penyakit, kematian akibat serangan jantung adalah hal yang wajar. Itu pula yang terjadi kepada Adam Malik. Tetapi, kepergian Adam Malik membawa dampak buruk kepada Dr. Gunawan Simon.
Ketika kabar kesembuhan Adam Malik menyebar ke publik, Dr Simon dipuja-puji dimana-mana. Tetapi, setelah Adam Malik meninggal publik langsung berbalik mencaci-maki dan mempertanyakan metode pengobatannya. Julukan terkun pun kembali muncul di publik.
BACA JUGA: Mudik Booster
Pada Februari 1985 IDI Bandung memanggil dan menyidang Dr Gunawan. Ia dianggap bersalah karena memberikan obat secara langsung kepada pasien dan tidak bisa menjelaskan ramuannya secara medik-ilmiah, termasuk resep yang diberikannya kepada Adam Malik.
Gunawan Simon divonis bersalah, dan menteri kesehatan atas saran IDI mencabut izin praktik Gunawan Simon. Plakat praktik di rumahnya diturunkan, Gunawan Simon bukan lagi seorang dokter. Tapi, pasien-pasiennya masih tetap setia kepadanya dan tetap datang mengantre minta diobati.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi