Apa yang dialami Gunawan Simon sekarang dialami oleh Terawan. Kisahnya berbeda tapi benang birunya sama. Ada prosedur medik yang tidak dilalui sesuai standar praktik kesehatan, meskipun hasilnya sangat baik.
Terawan menjadi direktur RSPAD dengan pangkat letjen dan kemudian diangkat sebagai dokter kepresidenan. Metode pengobatan brainwash alias cuci otak yang diterapkan Terawan sudah terbukti manjur dan bisa menyembuhkan pasien-pasien dengan berbagai penyakit kronis.
BACA JUGA: Nikah Politik
Terawan mulai memperkenalkan inovasi itu sejak 2004 dan mulai banyak peminat pada 2010. Cuci otak adalah istilah lain flushing atau Digital Substraction Angiography (DSA) yang dilakukan untuk melancarkan peredaran darah di kepala. Cara ini diklaim berhasil menangani berbagai pasien yang mengalami stroke. Terawan mengklaim 40 ribu pasien telah mencoba pengobatannya.
Pasien harus mengantre tahunan untuk bisa mendapatkan perawatan unik ini. Hampir semua orang elite dan pejabat tinggi di Indonesia sudah pernah merasakan hasil terapi Terawan, dan mereka semua mengakui kehebatannya. Tidak ada efek samping yang negatif. Mereka yang mendapatkan terapi Terawan merasa puas dan bugar. Sangat mungkin Presiden Jokowi juga pernah manjalani terapi brainwash Terawan.
BACA JUGA: Dukun MotoGP
Tetapi IDI tidak setuju dengan metode pengobatan ala Terawan dan minta supaya praktik itu dihentikan, tetapi Terawan mengabaikannya. Pada 2015 IDI memecat Terawan dari keanggotaan karena menganggap Terawan membangkang.
IDI merasa terapi cuci otak menggunakan alat DSA yang dilakukan Terawan belum teruji secara ilmiah. Selain itu, Terawan juga melakukan publikasi dan promosi masif dengan klaim kesembuhan di media. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI kemudian memanggil Terawan untuk dimintai keterangan. Namun, Terawan dianggap tidak kooperatif karena tidak memenuhi panggilan tersebut sejak diusut pada 2015. Terawan memilih absen dalam sidang pertama pada pada 5 Januari 2015.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi