Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 20:24 WIB
Surabaya
--°C

Nikah Politik

KEMPALAN: Pernikahan politik menjadi fenomena umum di jagat politik Indonesia. Hal ini sudah menjadi tradisi sejak zaman kerajaan dan terus berlanjut sampai era modern. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari memperluas aliansi politik sampai tujuan ekspansif untuk memperluas wilayah kekuasaan.

Di era Indonesia kontemporer elite-elite politik, terutama di kalangan militer, tradisi ini diadopsi dengan berbagai modifikasi dan tujuan-tujuan yang berbeda. Presiden Soeharto mengambil mantu Prabowo Subianto, kemungkinan dengan tujuan untuk mendapatkan kader untuk melanjutkan kepemimpinan militer.

Dari semua anak laki-laki Pak Harto tidak ada satu pun yang mengikuti jejaknya masuk ke dunia militer. Sebagai jenderal dan pemimpin tertinggi angkatan bersenjata tentu Pak Harto ingin mempunyai penerus untuk melanjutkan kepemimpinan militernya.

Karena tidak ada anaknya yang tertarik masuk dinas militer langkah yang ditempuh Pak Harto adalah mencari menantu dari kalangan militer. Maka yang terpilih adalah Prabowo Subianto putra Begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo.

Karir militer Prabowo pun melejit. Ia dikenal sebagai tentara yang brilian dan punya nasab yang istimewa. Karena itu ia melejit bak meteor menjadi the new rising star. Prabowo menyalip banyak seniornya dengan mendapatkan pangkat jenderal lebih cepat. Prabowo juga memegang pos-pos penting dan strategis termasuk korps komando pasukan khusus Kopassus.

BACA JUGA: Dukun MotoGP

Di masa-masa genting reformasi Prabowo menjadi andalan mertuanya untuk mengendalikan situasi. Prabowo bergerak cepat dengan membentuk tim khusus yang bertugas mengamankan tokoh-tokoh aktivis yang punya pengaruh dalam aksi demonstrasi untuk menggulingkan Soeharto.

Prabowo dan Tim Mawar bentukannya dianggap bertanggung jawab atas penculikan dan penghilangan sejumlah mahasiswa dan aktifis demokrasi. Prabowo pun mengakhiri karir militernya karena dipecat oleh Dewan Kehormatan Perwira pada 1998.

BACA JUGA: Ada Lord Luhut…

Pada tahun itu juga pernikahan politik Prabowo dengan putri Pak Harto, Siti Hediati Hariyadi atau Titik Prabowo, kandas. Pasangan itu bercerai dan tidak pernah terungkap penyebabnya. Sangat mungkin faktor politik memperburuk situasi rumah tangga sehingga berujung perceraian.

Hubungan perbesanan Pak Harto dengan Prof Sumitro juga tidak mulus. Sumitro terkenal dengan sikap dan pendiriannya yang kukuh. Hal itu dibuktikannya di masa pemerintahan Sukarno ketika Sumitro ikut menyokong pemberontakan PRRI/Permesta pada 1957.

Sumitro yang menjadi salah satu andalan Sukarno di kabinet Orde Lama memilih memberontak karena tidak cocok dengan kebijakan Sukarno. Setelah Pak Harto berkuasa Sumitro kembali dari pengasingan di luar negeri dan mendapatkan pos jabatan menteri perindustrian.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.