Tetapi, hubungan dua besan itu tidak selalu mulus. Suatu kali pada tahun 1995–menurut versi Sumitro–Titik pernah menyampaikan omongan Soeharto kepada Sumitro. “Bapak bilang, ‘Tik, mertuamu sudah priyayi sepuh kok masih radikal saja.” Sumitro menjawab, “Ya, saya sudah terlalu tua untuk mengubah diri.”
Rupanya sikap Sumitro tidak jauh berbeda dengan saat bergabung dengan PRRI di Sumatra, juga tahun 1940-an di Belanda, selalu berani melawan penguasa. Pernikahan politik ala Pak Harto pun akhirnya bubrah dan hubungan kedua keluarga besar itu menjadi dingin.
BACA JUGA: Ngelus Dada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga melakukan perbesanan politik, ketika anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono menikah dengan Aliya Radjasa, putri Hatta Radjasa, ketua umum PAN (Partai Amanat Nasional) yang juga menjadi menteri koordinator ekonomi.
Pernikahan ini dinilai sebagai upaya aliansi politik karena SBY adalah ketua Partai Demokrat dan Hatta adalah ketua PAN. Hatta menjadi salah satu tokoh kunci dalam kabinet SBY. Pernikahan ini menjadi momen koalisi dua partai yang mewakili konstituen yang berbeda.
Para jenderal militer Indonesia mempunyai tradisi untuk mengambil menantu dari kalangan militer yang masih ada di akademi. Jenderal-jenderal terkemuka Indonesia sekarang ini merupakan hasil dari proses pernikahan ‘’comot’’ semacam itu.
SBY menikah dengan Kristiani Herrawati yang tidak lain adalah putri dari Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang dikenal sebagai komandan RPKAD semasa penggempuran PKI pasca peristiwa 1965. Sarwo Edhie menjadi salah satu orang kepercayaan Pak Harto, tetapi tidak masuk dalam jajaran kabinet Orde Baru.
BACA JUGA: Big Dusta
Letjen Agum Gumelar menikah dengan Linda Amalia Sari yang tidak lain adalah putri sulung dari Letjen Ahmad Tahir. Sebagaimana SBY yang mendapatkan berkah dari darah biru militer dari mertua, Agum Gumelar juga menanjak karirnya karena berkah darah biru militer sang istri.
Pola yang sama tetap berlangsung sampai sekarang. Jenderal Abdullah Mahmud Hendropriyono mengambil menantu seorang anak muda bernama Andika Perkasa yang kemudian sekarang dikenal sebagai Jenderal Andika Perkasa yang menjadi Panglima TNI, dan menjadi salah satu ‘’satria piningit’’ untuk maju dalam perhelatan pemilihan presiden 2024.
Jenderal Luhut Binsar Panjaitan mengambil mantu Maruli Simanjuntak yang kemudian menjadi jenderal bintang dua dan sekarang menjadi Pangkostrad. Menantu Luhut ini digadang-gadang untuk menjadi panglima TNI setelah Andika Perkasa lengser.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi